Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menggelar Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 dengan menggandeng Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS). Tahun ini, event budaya tersebut mengusung tema 'Keraton Sumenep' dan diikuti puluhan peserta dari kategori pelajar dan umum.
Rangkaian MEC 2026 berlangsung pada Sabtu (19/9/2026), dimulai sejak sore hingga malam hari. Para peserta menampilkan kostum dan tata rias yang terinspirasi dari kekayaan budaya Keraton Sumenep.
Peserta yang mengikuti kategori kompetisi akan menjalani dua tahap penilaian. Tahap pertama dilakukan secara internal terhadap kostum dan makeup peserta di kompleks Keraton Sumenep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, penilaian kedua berlangsung pada malam hari melalui defile di depan Labang Mesem Keraton Sumenep. Para peserta berjalan dari panggung utama di depan Museum Keraton Sumenep menuju arah barat sejauh sekitar 100 meter dan berakhir di depan Masjid Jamik Sumenep.
Sebanyak 69 peserta mengikuti kompetisi MEC 2026 yang terbagi dalam kategori pelajar dan umum. Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilannya, panitia akan langsung menetapkan dan mengumumkan para pemenang.
"Pesertanya terdiri dari kategori pelajar dan umum. Nanti malam setelah seluruh penampilan selesai, langsung diumumkan juaranya," kata Ketua Panitia MEC 2026, M. Hariri, Sabtu (19/9/2026).
Hariri menjelaskan, MEC 2026 merupakan penyelenggaraan yang memasuki tahun keempat. Konsisten mengangkat kebudayaan Madura, tahun ini panitia memilih Keraton Sumenep sebagai sumber utama gagasan visual dan artistik para peserta.
"Alhamdulillah, MEC tahun 2026 ini sudah eksis di tahun keempat dengan mengangkat tema kebudayaan. Tahun ini kita mengangkat tema Keraton Sumenep dalam rangka lebih memasyarakatkan Keraton Sumenep yang merupakan satu-satunya keraton di Jawa Timur," ujarnya.
Menurutnya, pemilihan Keraton Sumenep sebagai tema MEC tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan, tetapi juga diharapkan dapat memperkenalkan lebih luas sejarah dan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat.
Sesuai dengan tema yang diusung, pelaksanaan MEC 2026 juga dihadiri sejumlah raja dan sultan dari berbagai wilayah Nusantara. Para tokoh kerajaan dan kesultanan tersebut dijadwalkan mengikuti defile sebelum pertunjukan utama dimulai.
MEC 2026 diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Sumenep melalui karya kostum dan seni pertunjukan.
