Damkar Temukan Apar Kedaluwarsa Saat Cek SMKN 2 Ponorogo

Damkar Temukan Apar Kedaluwarsa Saat Cek SMKN 2 Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikJatim
Sabtu, 19 Sep 2026 23:00 WIB
Petugas damkar mengecek apar di SMKN 2 Ponorogo.
Petugas damkar mengecek apar di SMKN 2 Ponorogo. Foto: Istimewa
Ponorogo -

Damkar Ponorogo mengecek alat proteksi kebakaran di SMKN 2 Ponorogo. Hasilnya, dari 13 alat pemadam api ringan (apar) yang didata, sebagian ditemukan sudah kedaluwarsa.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran. Petugas sekaligus mendata dan menginspeksi sarana proteksi kebakaran yang tersedia di lingkungan sekolah.

"Kehadiran teman-teman damkar di SMKN 2 Ponorogo ini dalam rangka kegiatan pencegahan kebakaran di Ponorogo," kata Bambang, Sabtu (19/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menilai, jumlah apar yang tersedia masih belum sebanding dengan banyaknya bangunan dan ruang praktik di SMKN 2 Ponorogo. Idealnya, setiap gedung memiliki satu apar yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau.

"Sebenarnya masih kurang kalau lihat dari jumlah gedungnya. Saya sarankan untuk paling tidak di setiap gedung itu disediakan satu apar," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dari pemeriksaan, sebagian apar ditemukan sudah expired, meski sebagian lainnya masih dalam kondisi baik. Bambang mengingatkan apar perlu dirawat rutin, termasuk dengan menggoyangkan tabung secara berkala agar material di dalamnya tidak menggumpal.

Selain apar, damkar merekomendasikan sekolah menambah sistem proteksi kebakaran. Area dapur dinilai perlu dilengkapi alarm dan sprinkler. Sekolah juga disarankan memiliki ground tank serta hidran untuk mendukung penanganan awal jika terjadi kebakaran.

Kepala SMKN 2 Ponorogo Suryanto mengakui sarana apar yang tersedia memang belum ideal. Banyaknya gedung serta ruang praktik dari berbagai jurusan membuat kebutuhan alat proteksi kebakaran cukup besar.

"Memang kita akui bahwa kalau dari melihat situasi dan kondisi, khususnya jumlah bangunan, kemudian juga jumlah ruang praktik dari jurusan yang ada di SMKN 2 Ponorogo itu rasanya juga kurang," katanya.

Suryanto mengatakan, pengecekan apar sebenarnya dilakukan rutin setiap tahun. Pemeriksaan meliputi masa berlaku, tanggal kedaluwarsa, hingga tekanan udara atau gas. Apar yang sudah tidak layak akan ditangani, termasuk melalui pengisian ulang.

Sekolah juga akan menindaklanjuti rekomendasi damkar, termasuk kebutuhan hidran. Menurut Suryanto, hidran penting sebagai upaya penanganan awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

"Kalau memang keadaan mendesak, kita sudah berusaha sendiri. Artinya, ya tetap bergantung kepada damkar, tapi minimal kita sudah ada usaha sendiri," ujarnya.

Suryanto mengapresiasi pemeriksaan tersebut. Menurutnya, kunjungan damkar menjadi kesempatan bagi sekolah untuk mengetahui kekurangan sarana proteksi kebakaran sekaligus melakukan pembenahan.

"Kami sangat berterima kasih sekali atas perhatian. Yang jelas bukan istilahnya bukan menakut-nakuti, tapi kunjungan mereka ke sini adalah berusaha untuk membantu berkaitan dengan pengamanan," pungkasnya.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads