Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyebut ada peningkatan kasus influenza dan cenderung tipe A. Dari data per Januari-Agustus 2026, terdapat 40 ribu lebih warga yang sakit influenza.
Kepala Dinkes Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengatakan pada Juli-Agustus sudah mulai ada peningkatan kasus influenza. Selanjutnya, pada Agustus-September kasusnya mengalami peningkatan lagi.
"Jadi peningkatan-peningkatannya kalau lihat sih angkanya sekitar 10% peningkatan jumlah kasus, tapi ringan. Jadi bergejala, gejalanya ada panasnya, terus badannya lemas, ada batuknya. Nah, ini yang lebih cenderung ke influenza A. Itu yang terjadi," kata dr Billy kepada wartawan di Surabaya, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut, dari Dinkes Surabaya terdapat puluhan ribu berdasarkan angka kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026.
"Numeriknya kalau aku lihat di data ini ya, di 2026 ini jumlahnya dari ini per Agustus kemarin 40.539 kasus. Surabaya saja dari Puskesmas sama Rumah Sakit," ujarnya.
Peningkatan tertinggi, kata dr Billy, terjadi pada bulan September. Usia rentan sakit influenza terjadi pada orang dewasa.
"Lebih cenderung banyak ke dewasa ya. Anak-anak kalau ada gejala biasanya lebih ringan, terus mereka juga karena di rumah, kegiatan mungkin kurang, itu daya tahan tubuh bagus, mereka enggak terlalu bergejala. Justru dewasa ini yang banyak yang mobilisasinya tinggi toh, lalu fisiknya menurun, ini yang menyebabkan jumlah kasusnya di dewasa cukup tinggi," jelasnya.
Menekan kenaikan pasien influenza, Dinkes Surabaya mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, mengonsumsi vitamin khususnya vitamin C guna menjaga imunitas tubuh. Kemudian vaksin, di Puskesmas juga tersedia vaksin untuk influenza A.
Dokter Billy juga menekankan bahwa influenza dan COVID-19 berbeda. Dia menjelaskan bahwa COVID-19 menyerang paru-paru dan fatality rate lebih tinggi dari influenza.
"Jadi kasus ini seperti flu biasa, ya. Tidak menimbulkan kejadian atau fatality rate-nya tidak tinggi seperti COVID-19. Jadi masyarakat sebaiknya tetap tenang. Begitu kalau sakit, ya minum yang saya anjurkan tadi ya, atau datang ke dokter nanti dikasih obat apa, itu saja," pungkasnya.
