SPPG pemasok menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Boyolangu, Tulungagung yang diduga mengakibatkan keracunan ternyata pernah disuspensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Operasional dapur baru aktif kembali satu bulan terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung dr Aris Setiawan mengatakan, suspensi terhadap SPPG Prisma Putri Mandiri, Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu terjadi karena faktor kelengkapan dapur.
"Kalau tidak salah disuspensi karena Ipal. Tapi kemudian sudah dilengkapi dan dapur ini sudah SLHS," kata dr Aris, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya suspensi dapur akhirnya dicabut oleh BGN dan SPPG tersebut beroperasi untuk memproduksi dan memasok menu MBG kepada siswa siswa SMKN 1 Boyolangu serta kelompok posyandu.
"Mereka baru beroperasi kembali sekitar satu bulan ini," ujarnya.
Menurutnya pascainsiden dugaan keracunan masaal di SMKN 1 Boyolangu, tim Dinas Kesehatan telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi guna memastikan penyebabnya.
Sejumlah sampel makanan telah diamankan untuk dilakukan uji laboratorium. Proses ini penting untuk mengetahui kandungan zat yang dapat mengakibatkan keracunan.
Tidak hanya itu pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap siswa dan guru yang mengeluh mual dan diare berulang. Seluruh puskemas di sekitar Kecamatan Boyolangu juga disiagakan untuk mengantisipasi bertambahnya pasien keracunan.
"Sampai dengan kemarin malam itu tidak ada siawa maupun guru yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit. Mereka kemarin sempat ditangani di UKS," jelasnya.
Dokter Aris menambahkan, saat ini tim surveilans juga tengah melakukan penyelidikan terhadap puluhan penerima manfaat dari kelompok posyandu, sebab SPPG tersebut juga menyalurkan MBG kepada balita.
"Ini masih kami pantau, apakah ada dampak juga ke posyandu atau tidak. Idealnya seusai SOP itu kami harus siaga selama tiga hari," imbuhnya.
Sebelumnya sekitar 200 siswa dan guru di SMKN 1 Boyolangu mengalami gejala keracunan makanan, mereka mual dan diare berulang sejak Rabu malam hingga Kamis. Sehari sebelumnya mereka mengkonsumsi MBG dengan menu nasi daun jeruk, ayam goreng, lalapan dan buah anggur.
Kasus dugaan keracunan MBG bukan pertama kali terjadi di Tulungagung, sebelumnya kasus serupa juga sempat terjadi di SMK Sore, SMPN 1 Boyolangu dan beberapa sekolah lain.
