Dimyati (80) terjepit di antara pagar dan rumah tetangganya di Dusun/Desa Ngrame, Pungging, Mojokerto. Penyelamatan lansia yang sudah pikun ini berlangsung dramatis sekitar satu jam.
Kondisi memprihatinkan Dimyati pertama kali diketahui ponakannya, Sutiani (52) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat bersih-bersih rumah, ia mendengar suara rintihan orang dari sebelah kiri rumahnya.
"Suaranya mirip paman saya, lalu saya ingat kalau punya paman pikun. Kemudian saya intip dari celah, ternyata betul paman saya," terangnya kepada wartawan di lokasi, Dusun Ngrame RT 9 RW 3, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dimyati terjepit di antara pagar rumah Ahmad Said dengan dinding rumah Sutiani. Posisi tubuhnya miring, sama sekali tak bisa bergerak. Wajahnya benar-benar menempel pada dinding rumah Sutiani.
"Begitu tahu itu paman saya, saya langsung lari ke rumahnya untuk minta pertolongan," ujar Sutiani.
Sambil menunggu petugas pemadam kebakaran, warga menyelamatkan Dimyati menggunakan peralatan seadanya. Mereka lebih dulu memotong pagar rumah Said dengan gergaji.
Begitu sampai tubuh Dimyati, konstruksi pagar dibongkar sedikit demi sedikit menggunakan pahat dan palu. Sekitar pukul 17.12 WIB, korban bisa dikeluarkan dari celah sempit tersebut.
Oleh warga, Dimyati yang sudah lemas dievakuasi ke rumahnya sekitar 20 meter dari lokasi kejadian. Selanjutnya, korban dievakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk menjalani pemulihan.
"Kami upayakan pertolongan pertama sambil menunggu damkar. Pagar digergaji setelah disetujui pemilik rumah," jelas Sekretaris Desa Ngrame, Iswahyudi.
Iswahyudi membenarkan kalau Dimyati sudah pikun. Tidak ada yang tahu persis bagaimana lansia ini sampai terjepit pagar dan dinding rumah warganya.
Diduga korban jalan kaki dari rumahnya melewati celah di antara rumah Sutiani dengan pagar rumah Said menuju ke jalan kampung. Dimyati terus memaksa maju dengan posisi miring sampai akhirnya terjebak di dalam celah tersebut. Sebab semakin ke depan, celah kian sempit.
"Sebelum dibangun rumah (Said) memang ada jalan di situ. Kondisi korban sudah pikun. Mungkin mau ke mana gitu, lalu terjepit. Karena semakin ke depan, celahnya semakin sempit," tandasnya.
