Beberapa waktu belakangan viral kabar bahwa IGD rumah sakit penuh karena adanya peningkatan kasus paparan Influenza tipe A atau virus penyebab Super Flu. Pantauan detikJatim di RS Husada Utama (RSHU) Surabaya, ruang anak dan IGD memang penuh pasien dalam sepekan terakhir.
"(Influenza) Anak-anak, kasusnya memang meningkat ya. Sampai penuh, tempat saya pediatric ward, ruang anak penuh. (IGD) sama penuh juga," kata Dirut RSHU Surabaya, dr Didi D Dewanto SpOG kepada wartawan usai Forum Konsultasi Publik di RS Kemenkes Surabaya, Selasa (15/9/2026).
Dokter Didi mengatakan bahwa lonjakan pasien influenza sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Mayoritas pasien di RSHU adalah anak-anak. Dia sebutkan, akibat lonjakan pasien ini rumah sakit sampai menambah ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir semua rumah sakit kayaknya, ya, mohon coba dicek ya yang lain. Ada satu lantai ada 44, jadi sampai kita oper-oper ke lantai lain. (Mayoritas) anak-anak, tapi dewasa juga sama, sama ambruk-sini ambruk," jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa sebagian besar pasien terkonfirmasi mengalami gejala influenza namun pihaknya belum bisa memastikan tipe atau varian apa. Namun, dia memastikan bahwa Influenza memang dialami seseorang akibat terpapar virus.
"Saya enggak tahu variannya, masih periksa lab. Imbauannya ya jaga kebersihan, hidup sehat, pakai masker. Pencegahan ya dengan cara hidup sehat. Kalau bisa vaksinasi influenza," ujarnya.
Berbeda dengan RSHU tipe B, pada RS Kemenkes Surabaya tipe A tidak terjadi lonjakan pasien secara signifikan. Dirut RS Kemenkes Surabaya dr Martha M L Siahaan menyebutkan bahwa kondisi di rumah sakitnya berbeda.
"Mungkin karena kelas A, jadi lebih banyak di kelas di bawahnya atau Puskesmas," kata dr Martha.
Kepala Dinkes Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengatakan bahwa sebagian besar pasien influenza yang datang ke rumah sakit hanya rawat jalan. Pasien dengan kondisi berat juga belum terlihat ada peningkatan.
"Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti mengalami gangguan pernapasan berat. Sementara itu, pasien dengan demam atau influenza pada umumnya dapat ditangani melalui perawatan rawat jalan," jelas dr Billy.
Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir viral kiriman sejumlah warganet di media sosial bahwa IGD rumah sakit di Surabaya penuh karena adanya peningkatan kasus influenza tipe A secara eksponensial.
Menanggapi hal itu, Billy menegaskan bahwa RS tetap akan memprioritaskan pasien yang membutuhkan penanganan medis, terutama dalam kondisi gawat darurat. Karena itu dia menyarankan informasi mengenai kondisi RS tidak langsung dipercaya apabila belum diketahui sumber dan kebenarannya.
Dia memastikan bahwa Dinkes akan terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan Puskesmas untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat, termasuk ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan.
"Intinya, faskes kita siap. Jika ada keluhan, silakan periksa ke Puskesmas terdekat terlebih dahulu. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya," katanya.
