Gunung Semeru Meletus 30 Kali Disertai Dentuman dalam 6 Jam

Gunung Semeru Meletus 30 Kali Disertai Dentuman dalam 6 Jam

Nur Hadi Wicaksono - detikJatim
Selasa, 15 Sep 2026 09:03 WIB
Gunung Semeru
Gunung Semeru/Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim
Lumajang -

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, masih berstatus Level III atau Siaga. Dalam enam jam pengamatan, gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami puluhan kali letusan yang beberapa di antaranya disertai suara dentuman.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru periode 15 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat 30 kali letusan. Beberapa letusan tersebut disertai suara dentuman dengan intensitas lemah hingga kuat.

Selain letusan, Gunung Semeru juga mengalami empat kali guguran, delapan kali embusan, dan dua kali tremor harmonik. Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gunung Semeru mengalami 30 kali letusan dalam 6 jam dengan beberapa Letusan disertai dengan suara dentuman," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulisnya yang diterima detikJatim, Selasa (15/9/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam laporan tersebut, petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

"Masyarakat agar tidak melakukan aktifitas di sektor tenggara sejauh 13 KM dari puncak serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar," ujar Sigit.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads