Keluarga korban berbondong-bondong mendatangi posko SAR di Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Mereka mempertanyakan keberadaan korban Kapal Virgo Transport 8.
Dari pantauan detikJatim di lokasi, keluarga korban datang dan memadati posko pengaduan Kapal Virgo Transport 8 di gedung GSN. Di sana, mereka langsung mendatangi papan nama daftar manifes.
Salah satunya adalah Istiyana. Wanita berusia 50 tahun itu mengaku sedang mencari nama keponakannya, Dede Farandika yang merupakan ABK Kapal Virgo Transport 8 dalam daftar maniefes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah (bertemu petugas dan cek daftar manifes), tapi katanya memang masih nunggu. Belum ada kabar lagi dari Banjarmasin, dari sini. Belum ada kabar. Tadi kan saya tanya, 'Sudah ada kabarnya?', katanya Belum, masih evakuasi katanya. Kan Banjarmasin dulu," ujar Istiyana ditemui di GSN, Minggu (13/9/2026).
Warga Waru Sidoarjo itu menjelaskan keponakannya bekerja sebagai ABK kapal itu selama kurang lebih 2 tahun. Ia mengaku Dede sempat berkomunikasi dengan sang ibu di Banyuwangi sebelum memperoleh kabar adanya laka laut.
"Kalau saya nggak kontak. Kalau sama ibunya mungkin yang di Banyuwangi kontak. Kan saya di sini Surabaya, terus dianya kan tinggalnya di Banyuwangi sama ibunya, kan ibunya itu kakak saya," ujarnya.
"Tadi bukan dititipin sih, tadi kan saya dikasih kabar, katanya kapalnya Mas Dede tenggelam, katanya gitu. 'Lho, jam berapa?' Nggak ada kontak jam 02.00 WIB. Tapi saya baru dapat kabar jam 10.00 WIB. Jadi saya barusan jam 12-an tadi ke sini," ujarnya.
Wanita asal Banyuwangi itu mengaku keluarga sedikit lega karena sudah mendapatkan informasi yang menyebutkan bahwa Dede selamat usai dievakuasi nelayan setempat di sekitar lokasi kejadian.
"Terus saya tanya, orang Banyuwangi katanya kok sudah ada kabar, katanya sudah ada yang nolong, nelayan sih, semoga aja bener," tutupnya.
