BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya memperingatkan adanya potensi cuaca buruk di wilayah perairan Laut Jawa. Peringatan ini dikeluarkan menyusul laporan hilang kontak yang dialami kapal penumpang KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengungkapkan adanya peningkatan kecepatan angin timuran di Laut Jawa yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
"Kondisi saat ini memang ada potensi angin kencang pada angin timuran yang sedang berembus di Laut Jawa. Imbauan kepada aktivitas pelayaran agar lebih mewaspadai kondisi tersebut, mohon agar senantiasa meng-update kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran," kata Sutarno kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, membeberkan kondisi cuaca saat KM Virgo Transport 8 resmi lepas sandar dari Pelabuhan Tanjung Perak pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.13 GMT. Saat itu, angin bertiup dominan dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 39 knot atau sekitar 72 km/jam.
"Di mana ketinggian gelombang laut antara 1-2,1 meter, dengan kondisi cuaca secara umum cerah berawan," ujar Ady.
KM Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 penumpang mendadak terputus komunikasi di tengah perairan Laut Jawa. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, mengonfirmasi sinyal kapal terputus setelah sempat mengalami kendala cuaca.
"Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin," terang Putu.
