5 Fakta Anggota DPRD Malang Dihajar Warga gegara Bendungan Lahor

5 Fakta Anggota DPRD Malang Dihajar Warga gegara Bendungan Lahor

Amir Baihaqi - detikJatim
Minggu, 13 Sep 2026 07:20 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Malang -

Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok, menjadi korban penganiayaan saat menemui warga yang menyampaikan aspirasi di gedung dewan. Zulham diserang hingga mengalami luka-luka.

Berikut fakta-fakta terkait peristiwa penganiayaan anggota DPRD Kabupaten Malang tersebut:

1. Berawal dari Unjuk Rasa Akses Bendungan Lahor

Peristiwa bermula saat sekelompok warga Sumberpucung mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Malang pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Warga yang dipimpin oleh Hadi Wiyono alias Pak Dur tersebut menuntut pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Perum Jasa Tirta I membatasi akses lalu lintas di atas Puncak Bendungan Lahor sejak 1 Agustus 2026 sebagai langkah mitigasi dan perlindungan terhadap aset Objek Vital Nasional (Obvitnas) tersebut. Namun, kebijakan penutupan ini diprotes karena dinilai mengganggu roda perekonomian dan aktivitas warga yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.

ADVERTISEMENT

2. Niat Melerai, Zulham Malah Diserang

Kedatangan warga awalnya diterima oleh anggota DPRD dari dapil setempat, yakni Dofic Soroanggomo (Fraksi Golkar) dan Alayk Mubarok (Fraksi Gerindra). Suasana mendadak memanas setelah terjadi adu argumen antara Pak Dur dan anggota dewan yang menemui.

Zulham Akhmad Mubarok yang berada di lokasi berusaha datang untuk menenangkan situasi dan melerai perdebatan. Namun, niat baik tersebut justru direspons secara represif oleh pelaku.

"Awalnya tidak ada debat dengan saya. Saya datang untuk melerai, tapi malah diumpat. Begitu saya tanya, dia langsung membenturkan kepalanya ke saya," ujar Zulham, Minggu (13/9/2026).

3. Pelaku Juga Tantang Semua Anggota Dewan

Usai melakukan aksi kekerasan awal, Pak Dur beranjak ke luar gedung DPRD. Namun, situasi tak kunjung mereda. Pelaku justru melontarkan kata-kata umpatan dan menantang seluruh anggota DPRD untuk berkelahi.

Zulham yang mencoba mempertanyakan tantangan tersebut kembali diserang. Kepalanya dipukul dan disundul oleh Pak Dur sebanyak tujuh kali. Keributan di luar gedung baru bisa diredam, meski pelaku sempat melempar botol air mineral ke arah Zulham.

4. Korban Mengalami Luka Sobek dan Benjolan di Kepala

Akibat penganiayaan bertubi-tubi tersebut, Zulham langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan, Zulham menderita benjolan di kepala bagian kiri, nyeri di area samping dan belakang kepala, serta luka sobek pada bagian bibir.

5. Resmi Dilaporkan ke Polres Malang

Tidak terima atas aksi kekerasan yang dialaminya saat menjalankan tugas resmi, Zulham mengambil langkah hukum dengan melaporkan Pak Dur ke Polres Malang.

"Saya menjalankan tugas negara menemui masyarakat, tetapi justru mendapat tindakan kekerasan. Saya mohon keadilan. Menyampaikan pendapat tidak boleh dengan cara arogan," tegas Zulham.

Sebagai pelengkap laporan resmi di kepolisian, Zulham juga menyertakan bukti hasil visum et repertum dari rumah sakit.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads