Mahasiswa FK UB yang Coba Bunuh Diri Berprestasi, IPK 3,8

Mahasiswa FK UB yang Coba Bunuh Diri Berprestasi, IPK 3,8

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 11 Sep 2026 19:30 WIB
UB beberkan penanganan mahasiswa coba bunuh diri.
Kepala Program Studi S-1 Fakultas Kedokteran UB dr Hanif (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pihak Program Studi S-1 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) buka suara setelah mahasiswanya berinisial RR (19) melakukan upaya bunuh diri. Mahasiswa angkatan tahun 2025 itu diketahui tidak memiliki persoalan akademik maupun perkuliahan.

"Dari sisi akademik, perjalanan akademik yang bersangkutan, prestasinya, kehadirannya dan sebagainya itu semua dalam kondisi baik. Tidak ada hal yang mengarah kepada sesuatu kesulitan maupun tekanan apalagi dari kakak kelas ataupun dari mahasiswa lain," ungkap Kepala Program Studi S-1 Fakultas Kedokteran UB dr Hanif kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu, Hanif mengungkapkan bahwa selama menjalani proses akademik di Fakultas Kedokteran UB. Bahkan, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) RR nyaris sempurna.

"Saya sampaikan di sini, IPK beliau ini 3,8. Jadi bukan anak yang kesulitan dalam pendidikan juga. Jadi kami optimis, kami yakin bahwa dalam hal akademik, pendidikan maupun kemahasiswaan yang bersangkutan tidak ada masalah," bebernya.

ADVERTISEMENT

Hanif menegaskan, bahwa upaya mitigasi fakultas hanya dilakukan dalam lingkup akademik. Di luar hal itu, pihaknya tidak melakukan penelusuran lebih jauh.

"Mitigasi kami atau pencarian informasi kami adalah pada bidang institusi pendidikan. Kami tidak dalam rangka mencari informasi lain di luar," tegasnya.

Hanif juga mengklarifikasi terkait kabar bahwa RR tidak mengikuti PK2MABA UB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya) yang diduga jadi pemicu berbuat nekat.

"Soal itu sudah clear, memang sempat tidak hadir PK2MABA. Tapi sudah diganti ketidakhadirannya," ucapannya.

Hanif menyebut bahwa upaya pemulihan terhadap RR tengah dilakukan tim medis RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. RR juga disebut telah menjalani tindakan operasi pasca dievakuasi dari lokasi kejadian.

"Secara umum dapat kami sampaikan bahwa kemarin sudah dilakukan tindakan oleh tim. Jadi di RSSA diatasi oleh tim dokter dari berbagai spesialis. Kondisinya stabil," tegasnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dikabarkan melompat dari lantai 6 gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan. Korban berinisial RR (19), asal Jawa Barat diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Menurut informasi yang dihimpun percobaan bunuh diri terjadi pada Kamis (10/9/2026), sekitar pukul 09.15 WIB. Korban sebelumnya diketahui melompat dari balik jendela lantai 6.

Beruntung korban berjenis kelamin laki-laki itu selamat dan kini tengah mendapatkan perawatan intensif di RS dr Saiful Anwar (RSSA), karena mengalami luka di bagian kaki.



(mua/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads