Polda Jawa Timur memanen benih jagung varietas unggul Bhayangkara di lahan seluas 100 hektare yang dikembangkan secara bertahap. Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan kepolisian terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam upaya mencapai swasembada pangan jagung nasional.
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto memimpin langsung panen tahap awal di lahan seluas 20 hektare. Benih hasil pengembangan tersebut nantinya didistribusikan kepada petani di berbagai wilayah Jawa Timur dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
"Ya ini kan bertahap. Dari yang 100 hektare ini, 20 hektare dulu. Dan kemudian ini kan juga bagian daripada riset dari adik-adik kita di sini yang luar biasa," ujar Irjen Nanang kepada wartawan, Jumat (11/9/226).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan varietas Bhayangkara dilakukan dengan memanfaatkan pusat penelitian milik tokoh pertanian Jawa Timur, Arum Sabil. Tempat tersebut digunakan sebagai ruang riset dan pengembangan bibit yang dinilai adaptif terhadap kondisi lahan.
Setiap kabupaten di Jawa Timur juga melakukan pemetaan kontur tanah masing-masing agar benih yang dikembangkan dapat menghasilkan produksi secara maksimal.
Dalam kesempatan itu, Nanang menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolri yang berhalangan hadir secara langsung dalam kegiatan panen tersebut.
"Permohonan maaf disampaikan atas ketidakhadiran Bapak Kapolri yang seyogianya hadir, namun karena ada kegiatan bersifat nasional bersama Bapak Presiden, beliau mendelegasikannya," ungkap Nanang.
Keterlibatan Polda Jatim dalam sektor pertanian juga disebut telah menghasilkan sejumlah capaian di lapangan. Berdasarkan data internal kepolisian, lebih dari 1.200 hektare lahan terlantar dan aset milik Polri di Jawa Timur telah dialihfungsikan menjadi lahan produktif.
Sementara itu, program pendampingan petani jagung yang dilakukan jajaran Polres di Jawa Timur mencatat rata-rata hasil panen hingga 7,8 ton per hektare. Tahap awal distribusi benih unggul Bhayangkara ditargetkan menyasar puluhan kelompok tani binaan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Nanang menjelaskan pendampingan terhadap komoditas jagung dinilai penting karena kebutuhan pangan merupakan salah satu fondasi kesejahteraan masyarakat. Selain mendukung pasokan pakan ternak dan konsumsi nasional, peningkatan produktivitas pertanian juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan dan mendukung upaya pencegahan stunting.
"Kita diberikan anugerah sebagai wilayah dengan ring of fire dimana tanah menjadi subur dan sinar matahari yang melimpah. Kami mendorong agar sektor pertanian ini ada regenerasi melalui keterlibatan generasi muda dalam riset dan inovasi pertanian modern," ungkapnya.
Nanang juga menyampaikan apresiasinya kepada Arum Sabil yang memberikan ruang untuk penelitian dan pengembangan benih jagung Bhayangkara.
"Mudah-mudahan diharapkan ke depan hasilnya bisa lebih meningkat, sehingga disebarkan kepada seluruh petani, itu tentu akan membantu kesejahteraannya," tutup Irjen Nanang.
Setelah prosesi panen, Kapolda Jatim secara simbolis mendistribusikan benih jagung Bhayangkara kepada perwakilan HKTI Jatim. Benih tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada sejumlah petani di berbagai wilayah Jawa Timur.
