Mahasiswa FK UB Coba Bunuh Diri Tuntas Jalani Operasi, Begini Kondisinya

Mahasiswa FK UB Coba Bunuh Diri Tuntas Jalani Operasi, Begini Kondisinya

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 11 Sep 2026 16:15 WIB
Mahasiswa FK UB yang nekat lompat dari ketinggian berupaya bunuh diri saat dievakuasi ke RSSA Kota Malang.
Mahasiswa FK UB yang nekat lompat dari ketinggian berupaya bunuh diri saat dievakuasi ke RSSA Kota Malang. (Foto: Istimewa)
Kota Malang -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berinisial RR (19) yang melakukan percobaan bunuh diri lompat dari gedung mengalami sejumlah luka. Pihak medis di RS dr Saiful Anwar (RSSA) Malang telah melakukan operasi terhadap korban. Kondisi terkini korban disebut stabil.

Tindakan medis maraton itu dilakukan pada Jumat (11/9/2026) terutama untuk menangani luka patah tulang parah di sekujur tubuhnya akibat melompat dari lantai 6 gedung Fakultas Pertanian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengungkapkan bahwa korban melompat dari ketinggian sekitar 25 meter hingga mengakibatkan benturan keras di area parkiran gedung.

"Korban alami luka patah tulang, kaki, tangan, bahu dan rahang. Setelah percobaan bunuh diri melompat dari ketinggian sekitar 25 meter itu," kata Anang saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

ADVERTISEMENT

Terbaru, tim medis RSSA Malang telah menuntaskan tindakan operasi hari ini. Setelah menjalani prosedur bedah korban kini dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk pemantauan ketat.

"Pasca operasi kondisi (korban) stabil dirawat di ruang ICU Kapuas. Terpasang gips di kedua kakinya dan beberapa jahitan di sekitar wajahnya," jelas Anang.

Saat ini, kedua orang tua korban dilaporkan telah tiba di Malang untuk mendampingi langsung proses pemulihan putra mereka. Pihak kepolisian pun belum meminta keterangan langsung dari RR karena masih fokus pada pemulihan pascaoperasi.

"Orang tuanya sudah di RSSA. Kami belum meminta keterangan korban, masih ada penanganan medis di RSSA," pungkasnya.

Aksi nekat RR terjadi pada Kamis (10/9) pagi di gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan UB. Dari rekaman CCTV diketahui bahwa RR masuk ke gedung sekitar pukul 08.26 WIB kemudian naik ke lantai 6. Di balik jendela, aksi RR sempat diketahui mahasiswa lain yang berusaha mencegahnya melompat.

Namun sekitar pukul 08.50 WIB, saksi di lantai 1 mendengar suara dentuman keras. Saat diperiksa, RR sudah tergeletak di area parkiran usai tubuhnya sempat menimpa kendaraan terparkir.

Dari hasil penyelidikan kepolisian terhadap saksi-saksi, mulai dari rekan kuliah, dosen, hingga pacar korban, terkuak bahwa aksi nekat mahasiswa angkatan 2025 itu dipicu asmara. RR diketahui terlibat cekcok dengan kekasihnya akibat cemburu setelah tahu sang pacar punya hubungan dengan pria lain.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads