Kamis Kelabu Usai Mahasiswa FK UB Lompat dari Lantai 6

Round-Up

Kamis Kelabu Usai Mahasiswa FK UB Lompat dari Lantai 6

Denza Perdana - detikJatim
Jumat, 11 Sep 2026 08:15 WIB
Penanganan korban percobaan bunuh diri di UB
Penanganan korban percobaan bunuh diri di UB. (Foto: Istimewa)
Malang -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Suasana tenang di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) mendadak berubah menjadi mencekam pada Kamis (10/9/2026) pagi. Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) berinisial RR (19) nekat melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, pemuda kelahiran Medan yang berdomisili di Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut awalnya terlihat memasuki gedung Fakultas Pertanian sekitar pukul 08.26 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban yang merupakan mahasiswa semester 3 angkatan 2025 itu naik ke lantai 6 dan bergerak mendekati jendela. Sekitar pukul 08.50 WIB, aksi nekat itu memicu kepanikan warga kampus.

ADVERTISEMENT

Staf Fakultas Pertanian berinisial DST (48) yang berada di lantai 1 terkejut saat mendengar suara hantaman keras dari arah luar gedung. Saksi yang langsung mengecek area parkiran terperanjat menemukan tubuh korban tergeletak di lantai dasar.

Diketahui dari rekaman CCTV yang tengah dijadikan bahan pemeriksaan oleh kepolisian, sebelum menghantam tanah tubuh korban sempat mengenai kendaraan yang sedang terparkir.

Peristiwa pilu ini dibenarkan Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan UB, Dwi Retnoningsih.

"Benar, anak FK angkatan 2025 lompat melalui jendela," ujar Dwi saat dikonfirmasi.

Beruntung, nyawa pemuda berusia 19 tahun tersebut masih berhasil diselamatkan. Korban yang ditemukan dalam kondisi pingsan langsung dievakuasi petugas menuju ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk mendapatkan penanganan medis darurat akibat menderita luka berat, termasuk patah tulang di bagian kaki dan luka di lengan.

"Korban dalam penanganan medis di RSSA," ujar Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta.

Pihak kepolisian dari Polsek Lowokwaru bersama Tim Inafis Polresta Malang Kota yang tiba di lokasi kejadian langsung mensterilkan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memasang garis polisi di area parkiran lantai dasar serta pada bagian jendela lantai 6 yang menjadi titik awal korban melompat.

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin menegaskan bahwa Satreskrim Polresta Malang Kota saat ini masih berfokus melakukan penyelidikan mendalam untuk menguak motif di balik tindakan nekat korban. Namun, proses pemeriksaan terhambat karena kondisi kesehatan korban yang masih kritis di ruang ICU.

"Untuk motif masih kita dalami. Karena kondisinya, korban masih belum dapat dimintai keterangan," tegas Ipda Lukman Sobikhin.

Hingga saat ini, area parkiran di dasar gedung Fakultas Pertanian UB masih dijaga ketat oleh petugas keamanan kampus. Pihak kepolisian terus mengumpulkan fakta di lapangan melalui olah TKP, analisis rekaman CCTV, serta pemeriksaan saksi-saksi guna mengungkap secara utuh kronologi insiden kelabu tersebut.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads