Kiai Asep Penulis Epilog Buku 'Islam Ala Prabowo' Sarankan Judul Diubah

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 10 Sep 2026 15:45 WIB
KH Asep Saifuddin Chalim, penulis epilog di buku
Surabaya -

Salah satu penulis dalam Buku Islam Ala Prabowo, KH Asep Saifuddin Chalim mengaku tidak setuju dengan judul buku tersebut dan sudah mengusulkan judul lainnya. Menurutnya, judul itu bisa menimbulkan tafsir beragam di tengah masyarakat.

"Mestinya itu kepemimpinan Prabowo ditinjau dari kacamata Islam. Saya sudah menyarankan agar buku, judul buku itu diubah menjadi Kepemimpinan Prabowo dalam Kacamata Islam. Bagaimana kepemimpinan Prabowo dalam kacamata Islam, itu yang benar," kata Kiai Asep di Surabaya, Kamis (10/9/2026).

"Saya sudah menyarankan diubah judulnya, karena sensitif kalau itu judulnya. Sensibiltasnya nanti takut diartikan macam-macam," tambahnya.

Menurut Kiai Asep, banyak yang salah tafsir dengan judul Islam Ala Prabowo. Judul itu mengesankan, seolah-olah Presiden Prabowo membuat kelompok baru dalam Agama Islam.

"Jadi tidak benar kalau Islam Ala Prabowo terus Islam itu menurut Prabowo begini begitu, tidak! Tapi harusnya kacamata Islam: Tasharruful imam 'alar ra'iyyah manutun bil maslahah atau kiprah seorang pemimpin untuk rakyatnya harus diorientasikan untuk kepentingan rakyat," jelasnya.

"Dan Prabowo dalam pidato-pidatonya mementingkan kepentingan rakyat, dan sudah melakukan pemberantasan korupsi," tambahnya.

Kiai Asep mengakui bahwa dirinya memang menulis epilog dalam buku itu. Buku itu merupakan sudut pandang dari sejumlah ulama di Indonesia terhadap gaya kepemimpinan Prabowo.

"Saya memang menulis, tapi saya kan menulis tentang Umar bin Abdul Aziz. Umar bin Abdul Aziz ini seorang khalifah yang berhasil membuat masyarakatnya maju, adil, sejahteran, dan makmur. Kunci utamanya dalam membuat sejahtera itu tegas dalam membeberantas korupsi, dalam menegakkan keadilan, dalam menghilangkan nepotisme dan kolusi, itu kunci utamanya," jelasnya.

"Dan saya yakin Pak Prabowo bisa melakukan itu. Dan saya berharap bahwa apa yang terjadi pada Umar bin Abdul Aziz itu dibaca oleh Pak Prabowo dan Prabowo menjadikannya sebagai referensi," tambahnya.

Terkait banyak ulama-ulama yang menyatakan mengaku tidak ikut menulis, Kiai Asep ogah mengomentari hal tersebut.

"Aduh, saya nggak tahu lah. Saya khawatirnya lempar batu sembunyi tangan. Kalau saya kan terang-terangan saja, blak-blakan saja," jelasnya. "Saya menulis epilog, apa itu bukan dakwah? Kan dakwah. Untuk bagaimana Pak Prabowo menjadi seperti Umar bin Abdul Aziz. Kalau seandainya bisa seperti itu kan betapa hebatnya, ada persamaan keberanian. Tapi di sinilah yang harus dibuktikan tentang keberaniannya Pak Prabowo. Umar bin Abdul Aziz berani, masih muda orangnya. Pak Prabowo kan juga berani," tandasnya.



Simak Video "Peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air"

(auh/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork