- Doa dan Dzikir Setelah Sholat Dhuha 1. Dzikir Memohon Perlindungan dari Kegundahan dan Kesedihan 2. Istighfar Tiga Kali 3. Memohon Keselamatan kepada Allah SWT 4. Dzikir tentang Keesaan dan Kekuasaan Allah 5. Dzikir Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah 6. Doa agar Akhir Umur dan Amal Menjadi yang Terbaik 7. Doa Berlindung dari Kekafiran, Kemiskinan, dan Azab Kubur 8. Doa Berlindung dari Sifat Penakut dan Fitnah Dunia 9. Doa Memohon Ampun dan Petunjuk kepada Amal Terbaik
- Doa Sesudah Sholat Dhuha
Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunah yang dikerjakan pada pagi hari. Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan untuk mengawali aktivitas dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon keberkahan dalam menjalani hari.
Setelah mengerjakan sholat dhuha, umat Islam dapat melanjutkannya dengan berdzikir dan berdoa. Sejumlah doa dan dzikir yang pernah dibaca Rasulullah SAW dapat menjadi amalan setelah sholat dhuha, sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah riwayat dan kitab keislaman.
Doa dan Dzikir Setelah Sholat Dhuha
Duduk sejenak setelah sholat dhuha untuk berdzikir dan berdoa dapat menjadi kesempatan untuk mengingat Allah SWT. Berikut beberapa doa dan dzikir yang pernah dibaca Nabi Muhammad SAW setelah sholat dhuha seperti dikutip dari NU Online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Dzikir Memohon Perlindungan dari Kegundahan dan Kesedihan
Salah satu kalimat dzikir yang pernah dibaca Nabi Muhammad SAW sambil mengusap wajahnya terdapat dalam kitab Al-Adzkar karya An-Nawawi. Bacaan tersebut berisi pengakuan terhadap keesaan dan sifat kasih sayang Allah SWT, sekaligus permohonan agar dijauhkan dari kegundahan dan kesedihan.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ اَللّٰهُمَّ اَذْهِبْ عَنِّى الْهَمَّ وَالْحَزَنَ
Artinya: Aku mengaku bahwa tak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah, jauhkanlah dariku kegundahan dan kesedihan.
2. Istighfar Tiga Kali
Rasulullah SAW juga pernah membaca doa yang disertai istighfar tiga kali. Bacaan ini berisi permohonan ampun kepada Allah SWT sekaligus pernyataan untuk bertaubat kepada-Nya.
اَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِ ىْ لَا اِلٰهَ اِلَّا هُوَالْحَىُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Besar, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang senantiasa hidup lagi yang mengurus segala sesuatu sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya. (HR Abu Daud dan at-Turmidzi dari Bilal)
3. Memohon Keselamatan kepada Allah SWT
Setelah itu, terdapat bacaan yang berisi pengakuan bahwa Allah SWT merupakan sumber keselamatan. Bacaan ini juga menjadi bentuk pujian kepada Allah SWT yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.
اللّٰهُ اَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَاذَ الْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ
Artinya: Ya Allah, Engkaulah as-salam (yang mempunyai kesejahteraan) dan dari-Mu pula kesejahteraan. Maha Berbahagia Engkau wahai Tuhan yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
4. Dzikir tentang Keesaan dan Kekuasaan Allah
Nabi Muhammad SAW juga pernah membaca dzikir yang menegaskan keesaan Allah SWT, kekuasaan-Nya atas seluruh kerajaan, serta ketetapan bahwa tidak ada yang dapat menghalangi pemberian Allah.
لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَـْئٍ قَدِيْرٌ، اللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَااَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِىَ لِمَامَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَالْجَدِّمِنْكَ الْجَدُّ
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya. Pemilik segala kerajaan dan segala rupa puji dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang menghalangi pemberian-Mu dan tidak ada yang memberi apa yang telah Engkau tahankan, tiadalah kesungguhan memberi manfaat kepada orang yang bersungguh-sungguh; karena Engkaulah segala peruntungan. (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Dzikir Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah
Bacaan berikut mengandung pengakuan bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT. Dzikir ini juga menegaskan keikhlasan dalam beribadah kepada-Nya.
لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ، لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَلَانَعْبُدُ اِلَّا اِيَّاهُ. لَهُ النِّعْمَةُ وَالْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَااِلٰهَ اِلَّا مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّوَلَوْكَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Artinya: Tidak ada daya dan tidak ada tenaga selain Allah, tidak ada Tuhan yang sebenar-benarnya disembah selain Allah. Bagi-Nya nikmat dan keutamaan dan bagi-Nyalah puji-pujian yang indah. Tidak ada Tuhan selain Allah, kami ikhlaskan taat kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya. (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, Nasai)
6. Doa agar Akhir Umur dan Amal Menjadi yang Terbaik
Nabi Muhammad SAW juga membaca doa yang berisi permohonan agar bagian akhir dari umur, amal, dan kehidupan menjadi bagian yang terbaik, serta berakhir dengan perjumpaan kepada Allah SWT.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَعُمُرِى اٰخِرَهُ، وَخَيْرَعَمَلِى خَوَاتِمَهُ وَخَيْرَاَيَّامِى يَوْمَ اَلْقَاكَ
Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah sebaik-baik umurku di akhirnya, dan sebaik-baik amalku kesudahannya dan sebaik-baik masaku, masa aku berjumpa dengan Engkau di hari hisab. (Anas bin Malik)
7. Doa Berlindung dari Kekafiran, Kemiskinan, dan Azab Kubur
Selain memohon kebaikan, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai perkara yang tidak diinginkan. Salah satu doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW berisi permohonan perlindungan dari kekafiran, kemiskinan, dan azab kubur.
اللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْكُفْرِوَعَذَابِ الْقَبْرِ
Artinya: Ya Tuhanku, bahwasanya aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dari kemiskinan dan dari azab kubur. (Anas بن Malik)
8. Doa Berlindung dari Sifat Penakut dan Fitnah Dunia
Ada pula doa yang berisi permohonan perlindungan dari sifat penakut, seburuk-buruk umur, fitnah dunia, dan siksa kubur. Bacaan ini diriwayatkan dalam hadis Bukhari dari Saad bin Waqash.
اَللّٰهُمَّ اَنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ اَنْ اُرَدَّ اِلـٰى اَرْذَلِ الْعُمُرِ وَاَعُوْبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَاوَاَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Artinya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari sifat penakut dan aku berlindung kepada-mu dari mengalami seburuk-buruk umur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. (HR Bukhari dari Saad bin Waqash)
9. Doa Memohon Ampun dan Petunjuk kepada Amal Terbaik
Bacaan berikut berisi permohonan ampun atas dosa dan kesalahan. Selain itu, doa ini memohon agar Allah SWT memberikan petunjuk menuju usaha dan budi pekerti yang terbaik serta menjauhkan dari keburukannya.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْذُنُوْبِى وَخَطَايَايَ كُلَّهَا. اَللّٰهُمَّ اَنْعِشْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى لِاَحْسَنِ الْاَعْمَالِ وَالْاَخْلَاقِ إِنَّهُ لَايَهْدِى لِاَحْسَنِهَااِلَّا اَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَااِنَّهُ لَايَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلَّااَنْتَ
Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah semua dosa san kesalahanku. Ya Tuhanku, segarkanlah aku dan tutuplah semua keaibanku dan tunjukilah aku kepada sebaik-baik usaha dan sebaik-baik budi, karena sesungguhnya tidak ada orang yang dapat menunjukkan kepada sebaik-baik usaha dan budi selain Engkau, dan palingkanlah aku dari seburuk-buruk usaha dan budi, karena tidak ada yang dapat memalingkannya dariku selain Engkau juga. (Ibnu Hajar Asqalani)
Doa Sesudah Sholat Dhuha
Selain doa dan dzikir yang disebutkan di atas, terdapat doa sesudah sholat dhuha yang umum dijumpai dan dapat dibaca setelah melaksanakan sholat dhuha. Doa ini berisi permohonan rezeki kepada Allah SWT.
Termasuk memohon agar rezeki yang sulit dimudahkan, yang jauh didekatkan, serta diberikan sebagaimana yang telah diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh. Berikut bacaan doa setelah sholat dhuha.
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَائُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى الْاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًافَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اٰتِنِى مَااٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya: Wahai Allah. Sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, kebaikan adalah kebaikan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, perlindungan adalah perlindungan-Mu. Wahai Allah. Jika rezekiku ada di langit, maka turunkanlah. Jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Berkat kebenaran waktu dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebaikan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berikanlah aku apa saja yang teleh Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.
Membaca doa dan dzikir setelah sholat dhuha dapat menjadi salah satu cara untuk mengisi waktu pagi dengan ibadah. Berbagai bacaan tersebut memuat permohonan ampun, perlindungan, kebaikan, petunjuk, hingga rezeki kepada Allah SWT.
Dengan demikian, setelah menunaikan sholat dhuha, umat Islam dapat melanjutkannya dengan berdzikir dan berdoa sesuai dengan kemampuan. Doa dan dzikir tersebut dapat menjadi sarana untuk semakin mengingat Allah SWT sebelum melanjutkan aktivitas sehari-hari.
