Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menetapkan status tanggap darurat kekeringan. Sebanyak delapan desa mengalami krisis air bersih.
Kedelapan desa itu ada di tiga kecamatan. Yakni Desa Karangjati, Watulumbung, dan Pancur di Kecamatan Lumbang. Lalu, Desa Kedungrejo di Kecamatan Winongan. Kemudian, di Kecamatan Pasrepan ada Desa Ngantungan, Sibon, Klakah, dan Petung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan memasok air bersih ke desa-desa tersebut setiap hari. Selain BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI) Pasuruan dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas juga ikut turun menyalurkan air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami lakukan distribusi air rutin ke delapan desa. Pengiriman air bersih dilakukan setiap hari tanpa jeda," kata Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Selasa (7/9/2026).
Sugeng mengatakan, BPBD menyalurkan 18 rit ditambah dari PMI dan BBWS 4 rit setiap hari dengan mobil tangki. 1 rit berisi 5000 liter air.
"Air kita salurkan ke tangki yang sudah dibangun di titik-titik kekeringan. Jadi tidak sama setiap desa, tergantung banyaknya dusun yang kekeringan," terangnya.
Pemkab Pasuruan sebelumnya telah membangun 32 tandon air permanen di 15 desa rawan maupun berpotensi kekeringan dan krisis air bersih. Tandon air kapasitas 5.100 liter untuk memudahkan penampungan saat armada truk tangki tiba.
