Jawa Timur memiliki sejumlah gunung api aktif yang sepanjang sejarahnya pernah mengalami erupsi dengan skala besar. Beberapa di antaranya tercatat memiliki tingkat eksplosivitas VEI 4 hingga 5, dengan dampak berupa hujan abu dan material vulkanik, hingga korban jiwa, kerusakan, serta pengungsian dalam skala luas.
Berdasarkan data Smithsonian Global Volcanism Program (GVP), erupsi besar tersebut tercatat berasal dari Gunung Kelud, Gunung Raung, dan Gunung Semeru. Catatan untuk beberapa erupsi kuno memiliki keterbatasan karena data historis yang tersedia tidak selengkap catatan erupsi modern.
Letusan Dahsyat Gunung Api di Jawa Timur
Berikut daftar erupsi Gunung Kelud, Gunung Raung, dan Gunung Semeru yang tercatat memiliki VEI 4 hingga 5 dalam data GVP. Untuk sejumlah erupsi kuno, penentuan VEI masih memiliki tingkat ketidakpastian berdasarkan kelengkapan catatan sejarah.
1. Gunung Kelud 1586
Gunung Kelud tercatat mengalami salah satu letusan terbesar dalam sejarah Jawa Timur pada 1586 dengan VEI 5. Berdasarkan catatan GVP, erupsi ini ditandai dengan ledakan besar, hujan abu, lontaran material vulkanik, serta aliran lahar yang menimbulkan kerusakan.
Letusan tersebut juga menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Sejumlah catatan sejarah memperkirakan sekitar 10.000 orang meninggal, terutama akibat lahar yang menerjang wilayah di sekitar Gunung Kelud.
2. Gunung Raung 1593
Gunung Raung juga tercatat mengalami erupsi sangat besar pada 1593 dengan VEI 5. Berdasarkan data GVP, letusan tersebut ditandai dengan ledakan, hujan abu, kerusakan properti, dan korban jiwa.
Kajian yang diterbitkan dalam Indonesian Journal on Geoscience juga menyebut erupsi Gunung Raung 1593 sebagai erupsi sangat besar dengan VEI 5, dan menyebabkan korban jiwa.
3. Gunung Raung 1638
Tidak berhenti pada erupsi 1593, Gunung Raung kembali mengalami letusan besar pada 1638 dengan VEI 4. Erupsi ini menghasilkan ledakan kuat dan abu dalam jumlah besar, disertai aliran lahar yang mencapai wilayah di sekitar gunung. Catatan GVP juga mencatat adanya kerusakan serta korban jiwa akibat erupsi tersebut.
4. Gunung Kelud 1641
Gunung Kelud kembali mengalami erupsi besar pada 1641 dengan VEI 4. Letusan menghasilkan ledakan dan material vulkanik dalam jumlah besar serta memicu aliran lahar. Erupsi tersebut juga tercatat menyebabkan kerusakan di wilayah sekitar Gunung Kelud.
5. Gunung Raung 1817
Pada 16 Januari hingga 10 Februari 1817, Gunung Raung mengalami erupsi yang tercatat memiliki VEI 4. Aktivitas vulkanik berupa ledakan dan hujan abu disertai aliran lahar yang berdampak pada wilayah sekitar gunung. GVP mencatat erupsi ini menyebabkan kerusakan properti dan korban jiwa.
6. Gunung Kelud 1826
Gunung Kelud kembali meletus pada 11-25 Oktober 1826 dengan VEI 4. Erupsi menghasilkan ledakan, aliran piroklastik, abu dalam jumlah besar, serta lahar. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.
7. Gunung Kelud 1919
Salah satu erupsi Gunung Kelud yang paling mematikan terjadi pada 19-20 Mei 1919 dengan VEI 4. Letusan menghasilkan lahar dalam jumlah besar yang menerjang kawasan di sekitar gunung dan menyebabkan kerusakan luas.
Lebih dari 5.000 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Erupsi Gunung Kelud 1919 juga menghancurkan lebih dari 100 desa, sehingga menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah mitigasi bencana Gunung Kelud.
8. Gunung Kelud 1951
Gunung Kelud kembali mengalami erupsi pada 31 Agustus 1951 dengan VEI 4. Letusan menghasilkan aliran piroklastik, abu, lapili, bom vulkanik, serta lahar. Erupsi tersebut menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.
9. Gunung Kelud 1966
Pada 26-27 April 1966, Gunung Kelud kembali meletus dengan VEI 4. Erupsi menghasilkan aliran piroklastik, abu, lapili, bom vulkanik, serta lahar yang berdampak pada kawasan di sekitar gunung.
Lebih dari 200 orang meninggal dunia akibat erupsi ini. Aliran piroklastik juga tercatat mencapai sekitar 9 kilometer dari kawah, menunjukkan besarnya energi letusan Gunung Kelud saat itu.
10. Gunung Kelud 1990
Gunung Kelud kembali mengalami erupsi dahsyat pada 10 Februari hingga 13 Maret 1990 dengan VEI 4. Letusan eksplosif menghasilkan abu tebal, aliran piroklastik, dan lahar.
Material erupsi menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah dan puluhan sekolah. Sekitar 60.000 orang dievakuasi, sementara korban meninggal dunia tercatat lebih dari 30 orang dengan angka resmi 32 orang.
11. Gunung Kelud 2014
Pada 13 Februari 2014, Gunung Kelud mengalami erupsi besar dengan VEI 4. Letusan yang terjadi sekitar pukul 22.50 WIB itu menghasilkan kolom abu hingga belasan kilometer, sementara pengamatan satelit menunjukkan sebagian material erupsi mencapai ketinggian lebih dari 26 kilometer.
Abu vulkanik kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Pulau Jawa, bahkan mencapai daerah yang berjarak lebih dari 200 kilometer dari Kelud. Erupsi ini menyebabkan lebih dari 100.000 orang mengungsi dan menimbulkan korban jiwa.
12. Gunung Semeru 2019-Sekarang
Gunung Semeru tercatat mengalami episode erupsi berkelanjutan sejak 2019 yang dalam catatan GVP memiliki VEI 4. Salah satu peristiwa paling besar dalam episode tersebut terjadi pada 4 Desember 2021, ketika runtuhnya material kubah lava memicu awan panas guguran.
Awan panas membawa material hingga beberapa kilometer dari puncak, sementara lahar juga mengalir ke sejumlah lembah sungai. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan permukiman dan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa.
Simak Video "Video: Pendakian Semeru Ditutup Akibat Munculnya Titik Api di Ranu Kembang"
(irb/hil)