Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menandatangani MoU kerja sama akademik. Salah satu programnya ialah Fast Track S1-S2 Terintegrasi selama lima tahun, mahasiswa dapat mulai mengambil mata kuliah S2 ITS saat berada di semester 7 dan 8 S1 Unusa.
Selain MoU, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga memberikan kuliah perdana kepada mahasiswa baru Unusa di Dyandra Convention Center. Ia menyebut pemprov membutuhkan generasi muda yang punya konteks terhadap realita masyarakat sekitar dan kuat secara ilmu.
"Unusa adalah kampus yang saya lihat mengalami perkembangan yang luar biasa dan bidang ilmunya juga luas, tapi di antaranya ada bidang kesehatan, kedokteran. Ini menjadi cikal bakal atau ekosistem yang sangat baik di Jawa Timur. Kami berterima kasih kepada segenap sivitas akademika Unusa, kita sudah bekerja sama untuk One Pesantren One Product, dan mudah-mudahan kerja sama kita bisa berlanjut dan semakin luas lagi kolaborasinya," kata Emil kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Terkait MoU, Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono menjelaskan, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen formalitas.
"MoU ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan sebuah payung kerja sama akademik yang menyatukan kekuatan medis dan humaniora Unusa dengan keunggulan sains dan teknologi yang dimiliki ITS," jelas Tri Yogi.
Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin ini dipersiapkan agar mahasiswa siap menghadapi perubahan dunia kerja dan teknologi yang cepat. Ia pun berpesan kepada mahasiswa baru untuk tidak pasif dan memanfaatkan peluang emas ini.
"Kerja sama nasional dan internasional sudah kami bangun. Peluang-peluang akademik sudah kami siapkan. Namun, semua itu tidak akan berarti jika mahasiswa menjadi pasif. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berorganisasi, melakukan riset, dan mengembangkan diri," ujarnya.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan, pihaknya siap memberi kesempatan mahasiswa Unusa merasakan pengalaman belajar di kampus ITS.
"ITS memberikan kesempatan para mahasiswa Unusa untuk saling berinteraksi dan memperoleh pengalaman belajar di ITS. Tentu untuk program studi yang memang ada di dua kampus tersebut," kata Prof Bambang.
Terdapat empat program akademik utama yang disiapkan melalui kerja sama ini, meliputi credit transfer, joint/double degree, joint supervision, serta fast track S1-S2 terintegrasi.
Lewat credit transfer, mahasiswa Unusa dapat mengambil mata kuliah tertentu di ITS dengan pengakuan kredit yang masuk ke transkrip akademik. Sementara pada skema joint/double degree, mahasiswa menempuh masa studi di dua kampus, salah satunya menggunakan pola 3+1 (tiga tahun di Unusa dan satu tahun di ITS).
Untuk joint supervision, tugas akhir atau riset mahasiswa Unusa akan mendapat bimbingan bersama dari dosen Unusa serta peneliti ITS demi meningkatkan kualitas riset sesuai kebutuhan industri.
Program yang tak kalah menarik adalah Fast Track S1-S2 Terintegrasi selama lima tahun. Mahasiswa program studi terakreditasi unggul dapat mulai mengambil mata kuliah S2 ITS saat berada di semester 7 dan 8 S1 Unusa.
Setelah lulus S1 pada semester 8, mahasiswa tinggal melanjutkan semester 9 dan 10 di ITS untuk merampungkan gelar magister. Hasilnya, mahasiswa berpeluang meraih dua ijazah sekaligus (S1 Unusa dan S2 ITS) hanya dalam waktu lima tahun.
Simak Video "MAMA Lime Green Day Fest 2026, Ajak Hidup Sehat Bareng di Surabaya"
(auh/hil)