Ramai Sungai Surabaya Berbusa hingga Warga Berburu Ikan Mabuk

Ramai Sungai Surabaya Berbusa hingga Warga Berburu Ikan Mabuk

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 07 Sep 2026 10:30 WIB
Gumpalan busa di Sungai Surabaya
Gumpalan busa di Sungai Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Gumpalan busa putih muncul di pintu air Rolak Karah, Surabaya, sejak Minggu (6/9/2026). Fenomena itu juga diikuti banyaknya ikan yang mengapung di Sungai Jagir hingga membuat ratusan warga berdatangan untuk menangkap ikan yang disebut mabuk.

Pantauan detikJatim pada Minggu sekitar pukul 18.47 WIB, Jembatan Jagir Wonokromo dipenuhi warga yang turun ke tepian sungai untuk berburu ikan. Sebagian warga membawa jaring hingga senapan angin, sementara lainnya menggunakan senter untuk membantu mencari ikan yang mengapung di permukaan air.

Ramainya aktivitas warga bahkan membuat arus lalu lintas di sekitar Jembatan Jagir sempat tersendat. Sejumlah pengguna jalan memperlambat laju kendaraan karena banyak warga memenuhi jembatan dan tepian sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga yang berhasil mendapatkan ikan kemudian menjual hasil tangkapannya di pinggir jalan. Salah satunya Sri (52), warga Lumumba, Wonokromo, yang menjual ikan mabuk hasil tangkapan suaminya.

ADVERTISEMENT

"Sejak Magrib tadi mulai terlihat," kata Sri kepada detikJatim.

Sri mengatakan, suaminya mendapatkan ikan dalam jumlah cukup banyak sehingga sebagian hasil tangkapan tersebut dipilih untuk dijual. Ia menyebut ikan hasil tangkapan warga dijual dengan harga yang tidak dipatok secara pasti.

Warga berburu ikan mabukWarga berburu ikan mabuk Foto: Deny Prasetyo/detikJatim

"Karena kebanyakan ya kita jual. Harganya terserah berapa, mungkin Rp 10 ribu per kilo," lanjutnya.

Dari hasil tangkapan warga, ikan yang ditemukan didominasi jenis bader dan rengkik. Fenomena ikan mabuk tersebut menjadi perhatian warga yang berdatangan ke tepian Sungai Jagir untuk menangkap ikan.

Di sisi lain, munculnya gumpalan busa putih di pintu air Rolak Karah juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi air baku Kali Surabaya yang digunakan dalam proses pengolahan air PDAM.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads