Kronologi Bocah di Ponorogo Tewas Tertimpa Tembok Saat Main Petak Umpet

Kronologi Bocah di Ponorogo Tewas Tertimpa Tembok Saat Main Petak Umpet

Charolin Pebrianti - detikJatim
Minggu, 06 Sep 2026 18:40 WIB
Lokasi kejadian bocah SD tewas tertimpa tembok saat main petak umpet
Lokasi kejadian bocah SD tewas tertimpa tembok saat main petak umpet. (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Permainan petak umpet berujung duka dialami seorang bocah berinisial ER (9). Anak tersebut meninggal dunia setelah tertimpa tembok kamar mandi yang sudah lapuk dan lama tidak digunakan.

Peristiwa tersebut terjadi saat ER bermain bersama tiga anak lainnya. Kanit Reskrim Polsek Bungkal Aipda Hermansyah mengatakan, polisi menerima informasi mengenai kejadian tersebut dari warga.

"Memang benar kami mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya anak yang tertimpa runtuhan tembok. Tembok tersebut kondisinya sudah usang dan rusak," kata Hermansyah, Minggu (6/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, ER bersama tiga temannya sedang bermain petak umpet. Saat mencari tempat bersembunyi, korban berada di dekat bangunan kamar mandi yang sudah tidak digunakan.

"Awalnya ada empat anak yang bermain petak umpet. Salah satu anak bersembunyi di dekat kamar mandi. Temboknya sudah rusak, usang, dan sudah lama tidak dipakai, kemudian tembok tersebut roboh," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Usai tertimpa reruntuhan, warga dan keluarga segera mengevakuasi ER untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Bungkal. Namun, nyawa bocah tersebut tidak dapat diselamatkan.

"Korban dibawa oleh keluarga dan masyarakat ke Puskesmas, namun akhirnya meninggal dunia," imbuh Hermansyah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka. Luka ditemukan di bagian kaki, tangan, kepala hingga pelipis.

"Untuk luka ada di bagian kaki, tangan, serta luka dan goresan di kepala, termasuk pelipis," ujarnya.

Menurut Hermansyah, keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut pihak mana pun.

"Dari pihak keluarga tidak menuntut kepada pihak mana pun. Keluarga sudah menerima kejadian tersebut dan menganggapnya sebagai musibah," katanya.

Sementara itu, saksi mata Nuryanto mengatakan ER bermain petak umpet bersama tiga anak lainnya sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

"Empat orang, empat anak," kata Nuryanto saat ditanya jumlah anak yang bermain.

Nuryanto menyebut korban bermain bersama beberapa temannya. Saat permainan berlangsung, ER berada di sekitar pagar atau tembok kamar mandi yang sudah lama tidak digunakan.

"Kerobohan tembok pagar kamar mandi," ujar Nuryanto.

Ia mengatakan, kondisi tembok tersebut memang sudah lapuk. Bahkan, saat kejadian tidak ada angin kencang maupun faktor cuaca lain yang diduga menyebabkan bangunan roboh.

"Sudah lapuk. Tidak ada angin, tiba-tiba roboh," jelasnya.

Setelah tertimpa tembok, ER mengalami luka di bagian kepala dan diduga sudah tidak sadarkan diri. Warga kemudian membawa korban ke Puskesmas Bungkal untuk mendapatkan pertolongan.

"Lukanya di kepala. Sepertinya sudah tidak sadar," tambah Nuryanto.

Namun setibanya di puskesmas, nyawa ER tidak tertolong.

"Terus dibawa ke Puskesmas, kemudian meninggal," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads