Pemuda Banyuwangi Ngamuk hingga Nyemplung Sumur, Diduga Kesurupan

Pemuda Banyuwangi Ngamuk hingga Nyemplung Sumur, Diduga Kesurupan

Eka Rimawati - detikJatim
Sabtu, 05 Sep 2026 12:20 WIB
Pemuda nyemplung sumur di Banyuwangi
Proses evakuasi pemuda nyemplung sumur di Banyuwangi/Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Aksi Bayu Setiawan (26), warga Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, bikin kaget warga setelah mengamuk hingga menceburkan diri ke dalam sumur. Bayu diduga mengalami kesurupan sebelum masuk ke dalam sumur pada Sabtu (5/9/2026) pagi.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang datang ke lokasi sempat kesulitan mengevakuasi Bayu. Sebab, korban mengamuk dan mengeluarkan suara seperti mengaum saat petugas berusaha mendekatinya.

Koordinator Damkar Genteng Sutikno mengatakan, petugas harus berhati-hati karena kondisi korban tidak memungkinkan untuk langsung dievakuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban saat itu berada di dasar sumur dan kondisinya mengamuk, bahkan mengeluarkan suara seperti mengaum. Jadi petugas tidak bisa langsung melakukan evakuasi," kata Sutikno di lokasi.

ADVERTISEMENT

Menurut Sutikno, kondisi tersebut membuat proses penyelamatan berlangsung cukup lama. Terlebih, Bayu sudah berada di dalam sumur selama hampir delapan jam.

"Kurang lebih sudah hampir delapan jam korban berada di dalam sumur. Kami khawatir kalau terlalu lama bisa mengalami hipotermia. Karena itu, bagaimana caranya korban harus segera dikeluarkan," ujarnya.

Petugas kemudian berusaha melakukan pendekatan untuk menenangkan korban. Namun, upaya tersebut sempat menemui jalan buntu lantaran Bayu masih terus mengamuk.

"Sudah kami lakukan upaya untuk menyadarkan dan menenangkan korban, tetapi memang belum berhasil. Kondisinya masih tidak terkendali," terang Sutikno.

Di tengah proses tersebut, seorang ahli spiritual didatangkan ke lokasi. Setelah dilakukan pembacaan mantra dan pembakaran dupa, kondisi Bayu disebut mulai berubah.

"Setelah ada ahli spiritual yang datang, dilakukan pembacaan mantra dan pembakaran dupa. Setelah itu korban mulai sadar dan kondisinya menjadi lebih tenang," kata Sutikno.

Bayu yang sebelumnya mengamuk kemudian tersadar. Tubuhnya terlihat lemas dan ia meminta bantuan agar segera dikeluarkan dari dasar sumur.

"Begitu korban sudah sadar, dia langsung meminta bantuan untuk dikeluarkan. Saat itu kondisinya sudah lemas, sehingga kami langsung bergerak untuk melakukan evakuasi," jelasnya.

Petugas Damkar kemudian kembali melakukan evakuasi. Proses tersebut turut dibantu teman korban yang ikut turun ke dasar sumur.

"Teman korban juga ikut membantu di bawah. Setelah kondisi korban memungkinkan, kami langsung melakukan pengangkatan dari dalam sumur," imbuh Sutikno.

Evakuasi akhirnya berhasil dilakukan dalam waktu singkat setelah Bayu tersadar. Korban berhasil dibawa ke permukaan dalam kondisi selamat.

"Alhamdulillah korban berhasil kami evakuasi dengan selamat. Tidak ada luka serius yang kami temukan, hanya kondisinya lemas setelah cukup lama berada di dalam sumur," ungkap Sutikno.

Setelah berhasil dievakuasi, Bayu mendapatkan penanganan medis ringan. Warga yang sejak awal menyaksikan proses penyelamatan kemudian ikut memastikan kondisi korban setelah berada di luar sumur.

Sutikno menegaskan, dalam proses penyelamatan tersebut petugas lebih mengutamakan keselamatan korban dan personel.

"Prinsipnya kami tidak bisa gegabah. Apalagi korban masih mengamuk, sehingga keselamatan korban dan petugas harus sama-sama diperhatikan. Begitu kondisinya sudah tenang, proses evakuasi bisa dilakukan," pungkasnya.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads