Round Up

Karhutla Gunung Ijen hingga Ditutupnya Kawasan Wisata

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 05 Sep 2026 11:00 WIB
Kebakaran Hutan di Gunung Ijen/Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, semakin meluas. Api yang pertama kali terpantau di kawasan Cagar Alam (CA) Merapi Ungup-Ungup pada Kamis (3/9/2026) terus merambat hingga memasuki kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen pada Jumat (4/9).

Kobaran api bahkan dilaporkan telah mendekati Pos 4 jalur pendakian. Medan pegunungan yang curam, vegetasi tebal, angin kencang, serta terbatasnya akses menuju titik api membuat pemadaman secara manual semakin sulit dilakukan.

Pemerintah kemudian mengusulkan penggunaan helikopter water bombing untuk membantu penanganan dari udara.

Kebakaran pertama kali terpantau pada Kamis (3/9). Titik api berada di kawasan CA Merapi Ungup-Ungup, Gunung Ijen.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember Purwantono mengatakan titik api terdeteksi sejak sekitar pukul 00.00 WIB. Kobaran terlihat dari kejauhan karena kontras dengan kondisi malam di kawasan puncak.

Musim kemarau menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerawanan kebakaran. Vegetasi dan dedaunan yang mengering mudah terbakar, sementara angin kencang di kawasan dataran tinggi mempercepat penyebaran api.

Pada awal kejadian, lokasi kebakaran disebut masih berada di kawasan cagar alam dan belum menjangkau area destinasi wisata Kawah Ijen. Namun, kondisi tersebut berubah setelah api terus bergerak mengikuti arah angin.

Pada Jumat (4/9), api dilaporkan telah merambat dari kawasan CA Merapi Ungup-Ungup menuju TWA Kawah Ijen.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kebakaran terjadi di sekitar grid 168, 169, 191, dan 192. Api kemudian bergerak ke arah barat menuju kawasan TWA Kawah Ijen.

Angin kencang dan sulitnya akses darat menjadi faktor yang mempercepat pergerakan api. Material kering seperti semak belukar, alang-alang, dan kayu kering juga menjadi bahan bakar yang membuat api cepat merambat.

Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan mengatakan keselamatan personel dan pengunjung menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran.

"Prioritas kita adalah mengendalikan kebakaran sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel dan pengunjung. Semua unsur telah bergerak bersama. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada kepentingan yang lebih utama daripada keselamatan manusia dan perlindungan kawasan," tegas Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan, Jumat (4/9/2026).

Dengan api yang mulai mendekati zona aktivitas publik, pengelola melakukan pembatasan aktivitas wisata. Langkah tersebut sekaligus memberikan ruang aman bagi petugas untuk melakukan penanganan.

"Ketika api sudah memasuki kawasan TWA, kita tidak boleh mengambil risiko yang tidak perlu. Akses dan aktivitas wisata perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan agar tim dapat fokus melakukan penanganan secara aman," pungkasnya.



Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork