Kebakaran Hutan dan Lahan di Gunung Ijen Meluas

Kebakaran Hutan dan Lahan di Gunung Ijen Meluas

Eka Rimawati - detikJatim
Jumat, 04 Sep 2026 14:00 WIB
Kebakaran di kawasan Merapi ungup-ungup yang meluas hingga TWA ijen
Kebakaran di kawasan Merapi ungup-ungup yang meluas hingga TWA ijen (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Cagar Alam (CA) Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup terus meluas dan sulit dikendalikan. Api yang pertama kali terpantau pada Kamis (3/9) dilaporkan terus merambat hingga ke kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen pada Jumat (4/9/2026).

Rambatan api hingga ke kawasan destinasi wisata ikonik itu membuat tim gabungan memfokuskan strategi pada penyelamatan jiwa dan mitigasi risiko selain upaya pemadaman kobaran api yang terus menjalar.

Medan ekstrem berupa tebing-tebing curam di sekitar puncak Merapi Ungup-Ungup menjadi kendala utama dalam operasi pemadaman. Berdasarkan pemantauan di lapangan, api menyebar di sekitar grid 168, 169, 191, dan 192, kemudian bergerak cepat ke arah barat menuju TWA Kawah Ijen akibat tiupan angin dan sulitnya akses darat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prioritas kita adalah mengendalikan kebakaran sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel dan pengunjung. Semua unsur telah bergerak bersama. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada kepentingan yang lebih utama daripada keselamatan manusia dan perlindungan kawasan," tegas Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan, Jumat (4/9/2026).

Melihat laju api yang kian mendekati zona aktivitas publik, Nur Patria menekankan perlunya pembatasan hingga penyesuaian aktivitas wisata. Langkah tersebut diperlukan untuk memberikan ruang gerak yang aman bagi personel dalam melakukan penanggulangan.

ADVERTISEMENT

"Ketika api sudah memasuki kawasan TWA, kita tidak boleh mengambil risiko yang tidak perlu. Akses dan aktivitas wisata perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan agar tim dapat fokus melakukan penanganan secara aman," pungkasnya.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads