Ini Temuan Dinkes Jombang di Kasus Keracunan Massal SMPN 1 Kabuh

Ini Temuan Dinkes Jombang di Kasus Keracunan Massal SMPN 1 Kabuh

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Jumat, 04 Sep 2026 21:15 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jombang
Kepala Dinas Kesehatan Jombang (Foto: Enggran Eko Budiarto/ detikjatim)
Jombang -

Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mengecek langsung SPPG Mangunan buntut keracunan MBG massal di SPMN 1 Kabuh. Mereka menemukan banyak proses di dapur MBG tersebut yang tidak sesuai SOP.

"Setelah pasien tertangani semua, baru kita turun ke lapangan, kita lakukan pemeriksaan di situ (SPPG Mangunan), mulai dari bagaimana masuknya bahan makanan, penyimpanan dan bagaimana proses pemasakan dan lain-lain," kata Kepala Dinkes Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada kepada wartawan saat skrining TBC di Desa Pandanwangi, Jumat (4/9/2026).

SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta di Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh menyuplai MBG ke 19 lembaga pendidikan. Salah satunya ke SMPN 1 Kabuh untuk 639 siswa, serta 47 guru dan karyawan sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MBG yang mereka distribusikan pada Rabu (2/9), mengakibatkan 256 siswa dan 4 guru SMPN 1 Kabuh keracunan. Siang itu, menu yang disantap para korban berupa nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli.

Dari hasil pengecekan langsung ke SPPG Mangunan, lanjut dr Hexawan, pihaknya menemukan sejumlah proses yang tidak sesuai SOP. Ia menyayangkan prose di dapur MBG ini yang tak sebaik ketika mereka mengajukan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).

ADVERTISEMENT

"Pada saat dulu sebelum mencari SLHS itu bagaimana, sesuai dengan SOP, dengan standar semuanya. Akan tetapi prosesnya kok banyak yang SOP-SOP yang enggak sesuai. Sehingga Dinas Kesehatan salah satunya melakukan evaluasi SLHS untuk perbaikan kemudian," ungkapnya.

Sebai contoh, kata dr Hexawan, SPPG Mangunan hanya mempunyai 2 streamer untuk memasak nasi. Padahal setiap harinya, dapur MBG ini melayani 2.899 penerima manfaat. Sebelumnya, ia juga menyinggung penggunaan air isi ulang.

"Dengan ini akhirnya Dinas Kesehatan melakukan evaluasi SLHS. Karena evaluasi SLHS itu penting. Harusnya sertifikat laik higiene sanitasi ini enggak akan muncul kejadian seperti ini. Kok muncul kejadian seperti ini, berarti ada beberapa hal yang tidak dilakukan sesuai dengan SOP-nya," tegasnya.

Dalam investigasi kasus ini, tambah dr Hexawan, pihaknya juga mendampingi BGN untuk menemukan penyebab keracunan massal. Sampel MBG pada Rabu (2/9) telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya.

"Jadi, permasalahan suspend atau tidak suspend-nya itu hak sepenuhnya pihak BGN. Kita sebagai Dinas Kesehatan, mendampingi, menyelesaikan, mencari persoalannya akar masalahnya di mana," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agung Saputra menjelaskan, dalam kasus keracunan massal ini, pihaknya sebatas mengecek para korban sekaligus menggali keterangan dari mereka.

"Kalau yang lain-lainnya terkait dengan SPPG-nya dan lain-lain kan itu dari BGN. Kalau kita cuma cek korbannya," tandasnya.

Sebelumnya, keracunan massal ini baru terbongkar Kamis (3/9) pagi. Sebab banyak siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami diare di tengah jam pelajaran. Keluhan mereka antara lain sakit perut, diare, mual, muntah dan pusing.

Mereka mengalami keracunan setelah menyantap MBG pada Rabu (2/9) siang. MBG dari SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta itu berupa nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli.

Data terbaru yang dirilis Dinas Kesehatan Jombang, total 256 siswa dan 4 guru SMPN 1 Kabuh keracunan MBG. Dari jumlah itu, 175 siswa dan guru pulih karena melakukan pengobatan secara mandiri pada Rabu (2/9). Sedangkan 85 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan karena masih sakit perut, diare, pusing, mual dan muntah pada Kamis (3/9).

Setiap harinya, SPPG Mangunan menyediakan 2.899 porsi MBG untuk 19 sekolah penerima manfaat. Salah satunya untuk 639 siswa, serta 47 guru dan pegawai SMPN 1 Kabuh. Artinya, tidak semua siswa dan guru keracunan setelah memakan MBG tersebut.

Berdasarkan keterangan dari para korban, udang saus padang di MBG yang dimakan para siswa dan guru kemarin siang, diduga menjadi penyebab keracunan massal ini. Sebab udang tersebut mengeluarkan aroma kurang sedap



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads