Mahasiswa UIN KHAS Jember Demo Tuntut Transparansi Penjaringan Rektor

Yakub Mulyono - detikJatim
Kamis, 03 Sep 2026 18:40 WIB
Mahasiswa UIN KHAS Jember melakukan demo (Foto: Yakub Mulyono/detikJatim)
Jember -

Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berunjukrasa memprotes proses pemilihan rektor di kampus tersebut. Protes berkaitan dengan transparansi hingga tidak dilibatkannya perwakilan mahasiswa yang berada di senat.

Aksi dimulai sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.15 WIB ini, diikuti mahasiswa UIN KHAS Jember dari berbagai elemen. Aksi berlangsung dari depan gedung Pascasarjana sampai depan Gedung Rektorat UIN KHAS Jember. Mereka berjalan kaki dan berorasi sembari memegang spanduk bertuliskan tentang gugatan terkait moral penjaringan rektor.

Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), M. Oki Mabruri, menegaskan bahwa aksi ini murni inisiatif dari kelembagaan mahasiswa, mulai dari Republik Mahasiswa (RM) hingga organisasi ekstra (organda). Gerakan ini dipicu oleh kekecewaan mahasiswa atas minimnya transparansi dari pihak kampus.

"Ini murni inisiatif dari teman-teman kelembagaan mahasiswa, ada Republik Mahasiswa dan teman-teman organisasi ekstra. Ini sebagai bentuk keresahan kita karena hari ini ada ketidakjelasan posisi rektor dan proses penjaringan rektor itu sendiri," kata Oki, Kamis (3/9/2026).

Dia mengungkapkan, SEMA sebagai lembaga representasi mahasiswa sama sekali tidak dilibatkan maupun diberi tahu mengenai proses penjaringan pimpinan kampus tersebut.

"Kami pribadi dari kelembagaan, wabilkhusus Senat Mahasiswa sebagai representasi mahasiswa, tidak dilibatkan dalam proses apa pun. Bahkan sekadar pemberitahuan pun tidak ada," ujarnya.

Oki juga menyampaikan adanya anomali dalam tahapan penjaringan rektor. Salah satunya adalah kegiatan sosialisasi rektor yang digelar di luar daerah tanpa adanya pemberitahuan kepada mahasiswa.

"Kemarin kami sempat mendapat beberapa anomali. Terjadinya proses sosialisasi rektor yang diadakan di Lumajang itu pure tidak ada pemberitahuan sedikit pun kepada mahasiswa," ungkapnya.

Padahal, menurut Oki, mahasiswa merupakan bagian dari civitas akademika. Yang juga memiliki hak untuk mengetahui proses strategis di lingkungan kampus.

"Berbicara mahasiswa, kita juga bagian dari civitas akademika yang pastinya wajib diberitahu. Proses penjaringan rektor ini hal yang sifatnya publik," paparnya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan utama kepada pihak rektorat dan panitia penjaringan. Mahasiswa mendesak agar seluruh informasi dan proses pertimbangan dibuka secara transparan.

"Tuntutan kami agar informasi yang ada dibuka seluas-luasnya. Tidak hanya hasilnya saja, tetapi proses dan pertimbangan yang dilakukan juga harus melibatkan mahasiswa. Kami hanya menuntut untuk dikasih tahu proses dan pertimbangannya seperti apa," tambahnya.

Melalui aksi ini, Oki berharap para pimpinan kampus dan panitia penjaringan dapat melakukan introspeksi diri terkait posisi dan hak-hak mahasiswa.

"Aksi kita hari ini agar pimpinan dan panitia bisa sadar, berkaca, dan merefleksikan diri kembali. Kira-kira mahasiswa hari ini sudah tidak penting lagi atau masih dianggap penting oleh pimpinan?" tegasnya.

Sementara itu salah satu aktivis ekstra kampus, M Fathorrahman Pratama menyampaikan, aksi ini menjadi teguran bagi pimpinan kampus. Mereka menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa bukan sekadar pelengkap.

Melainkan bagian integral dari civitas akademika yang berhak mengetahui proses hingga pertimbangan keputusan.

"Intinya aksi kita hari ini agar supaya pimpinan sadar, pimpinan tahu bahwa aspirasi mahasiswa hari ini, mahasiswa hanya ingin tahu, hanya ingin juga dilibatkan," tuturnya.

Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa akan melahirkan kebijakan kampus yang objektif serta minim polemik di kemudian hari.

"Agar supaya mahasiswa yang sebagaimana juga bagian daripada civitas akademika juga tahu prosesnya, pertimbangannya, sehingga bisa menghasilkan keputusan yang konkret dan tidak perlu untuk dipertanyakan," tandasnya.

Kampus UIN KHAS Jember telah membuka pendaftaran calon rektor. Pengambilan berkas sudah dibuka sejak 1 September 2026. Sedangkan pendaftaran baru dibuka Senin pekan depan, 8 September 2026.

Panitia menyusun tahapan secara berjenjang. Pengambilan berkas berlangsung 1-7 September, disusul pendaftaran dan penerimaan dokumen administrasi pada 8-18 September.

Saat mahasiswa melakukan aksi, panitia penjaringan rektor tidak ada yang menemui massa aksi.



Simak Video "Video Mahasiswa Trisakti-HMI Demo di DPR, Jl Gatsu Arah Slipi Ditutup"

(auh/abq)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork