Cerita SPBU di Malang Pakai Suara Prabowo-Jokowi tapi Dihapus Usai Viral

Cerita SPBU di Malang Pakai Suara Prabowo-Jokowi tapi Dihapus Usai Viral

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 03 Sep 2026 19:10 WIB
SPBU di Tlogomas, Kota Malang yang memutar pengumuman Pertalite Habis pakai suara mirip Jokowi dan Prabowo.
SPBU di Tlogomas, Kota Malang yang memutar pengumuman 'Pertalite Habis' pakai suara mirip Jokowi dan Prabowo. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Kota Malang -

Terobosan SPBU 54.651.05 Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, untuk mengumumkan stok Pertalite habis cukup unik dan kocak. Bayangkan mereka membuat rekaman suara yang mirip dengan Jokowi-Prabowo alih-alih memasang papan tulisan sebagai upaya sosialisasi.

Suara mirip Jokowi dan Prabowo dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan itu tak berlangsung lama. Pihak SPBU dengan cepat menghentikan dan menghapusnya, karena viral di media sosial.

Pengawas SPBU 54.651.05 Tlogomas, Supriyanto mengaku bahwa ide menggunakan suara yang diputar untuk menyampaikan stok Pertalite tengah habis dinilai awalnya akan efektif jika dibandingkan mereka harus memasang papan tulisan untuk menyampaikan stok BBM jenis Pertalite dimiliki sudah ludes terjual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami awalnya berpikir efektif pakai suara. Karena kalau pasang papan tulisan tetap saja banyak yang mengantre," terang Supriyanto ditemui di tempat kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Supriyanto, konsumen BBM jenis Pertalite di SPBU Tlogomas cukup tinggi. Karena mayoritas pembelinya adalah mahasiswa. Apalagi saat ini perkuliahan sudah mulai aktif kembali.

ADVERTISEMENT

"Di sini paling banyak beli mahasiswa, BBM yang dicari adalah Pertalite," tuturnya.

Kondisi itu tergambar jelas pada hari ini, dari pantauan di lapangan. Dari enam pompa pengisian Pertalite untuk kendaraan roda dua terlihat antrean cukup panjang.

Kondisi berbeda pada pengisian BBM subsidi lain untuk kendaraan roda empat. "Mahasiswa rata-rata pakai motor yang dicari BBM subsidi," tegasnya.

Hari ini, Supriyanto mengaku menerima suplai BBM jenis Pertalite sebanyak 48 ribu liter. Stok tersebut diperkirakan akan habis terjual pada esok pagi.

"Hari ini dapat kiriman 48 ribu liter. Kalau mahasiswa pas libur hanya 32 ribu liter. Besok pagi, stok Pertalite pasti habis," bebernya.

PT Pertamina Patra Niaga sendiri mengaku tengah melakukan Pertamina melakukan pengaturan dan penyesuaian distribusi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi stok serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

Penyesuaian pendistribusian BBM tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga pemerataan pasokan antarwilayah. Pengaturan volume penyaluran dilakukan secara terukur berdasarkan ketersediaan stok di titik suplai, kebutuhan SPBU, serta kondisi distribusi di lapangan.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan dan memastikan BBM bersubsidi dapat disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas sehari-hari dapat tetap terpenuhi," kata Ahad dalam keterangannya.

"Dalam kondisi tertentu, kami melakukan penyesuaian distribusi secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pengaturan ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga agar penyaluran tetap berjalan dan pasokan dapat terdistribusi secara merata," sambungnya.

Pertamina terus memantau kebutuhan BBM di wilayah Malang Raya. Berdasarkan evaluasi penyaluran bulan-bulan sebelumnya, kebutuhan Pertalite meningkat sekitar 6% dan Biosolar 15%, yang antara lain dipengaruhi musim panen tebu serta meningkatnya aktivitas pariwisata pada periode liburan.

Sebagai bagian dari pengendalian distribusi, sejak sekitar dua hari terakhir telah dilakukan penyesuaian penyaluran Pertalite dari Fuel Terminal (FT) Malang. Kebijakan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi stok di titik suplai, sehingga volume penyaluran disesuaikan dengan ketersediaan yang ada.

"Kami terus melakukan monitoring secara intensif dan akan menyesuaikan pola penyaluran berdasarkan perkembangan stok serta kebutuhan masyarakat. Prinsipnya, Pertamina tetap berupaya menjaga kelancaran distribusi dengan mengedepankan pemerataan pasokan dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat," tambah Ahad.

Pertamina juga mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying. Masyarakat diharapkan bisa menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijaksana dan tidak langsung menyebarluaskan informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya karena bisa memicu antrean yang tidak diperlukan.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads