Walkot Eri Minta Pengawasan Anjal Ganggu Peziarah di Ampel Diperketat

Walkot Eri Minta Pengawasan Anjal Ganggu Peziarah di Ampel Diperketat

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 03 Sep 2026 13:31 WIB
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan di kawasan Ampel setelah menerima keluhan peziarah terkait aksi anjal.
Anak jalanan di kawasan Ampel Surabaya yang diadukan warga karena meresahkan (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengawasan di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel diperketat. Langkah ini diambil setelah ulah anak jalanan (anjal) dan pengemis yang kerap meminta uang secara memaksa hingga mengganggu kenyamanan para peziarah.

Keluhan tersebut banyak disampaikan melalui hotline Lapor Cak Eri. Modus para anjal pun bervariasi, mulai dari berpura-pura membantu menyeberangkan jalan hingga membuntuti peziarah sampai diberi uang. Eri memastikan Satpol PP Surabaya sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penertiban secara berkala.

"Ada laporan di hotline terkait anak jalanan (anjal) di kawasan Ampel. Mereka mengganggu dan membuat peziarah tidak nyaman," kata Eri, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eri menjelaskan, pengawasan di kawasan Ampel sebenarnya sudah menjadi agenda harian. Namun, keberadaan anjal yang tidak menetap kerap membuat petugas kesulitan di lapangan.

"Teman-teman dari Satpol PP Surabaya sudah turun ke lokasi. Sebenarnya, pengawasan di sekitar kawasan tersebut dilakukan setiap hari. Hanya saja, keberadaan anak jalanan terkadang ada dan terkadang tidak ada," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga meminta maaf kepada para peziarah. Sebab, meski sudah berulang kali ditertibkan, anjal masih kembali setelah petugas meninggalkan lokasi.

Pemkot Surabaya memperketat pengawasan di kawasan Ampel setelah menerima keluhan peziarah terkait aksi anjal.Pemkot Surabaya memperketat pengawasan di kawasan Ampel setelah menerima keluhan peziarah terkait aksi anjal. (Foto: Istimewa)

"Saya minta maaf kepada para peziarah. Tapi ini sudah berulang kali ditertibkan oleh teman-teman, dijaga oleh teman-teman, tetapi tetap saja seperti kucing-kucingan dan kembali lagi," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Eri bakal memperketat pengawasan di kawasan wisata religi Ampel dan menata strategi pengawasan bersama Satpol PP Surabaya.

"Insyaallah saya akan berkoordinasi dengan Satpol PP. Nanti pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel," tegasnya.

Para anjal maupun pengamen yang terjaring razia juga langsung diberikan sanksi sosial di UPTD Liponsos Keputih Surabaya selama tiga hari. Di sana, mereka diwajibkan menjalani serangkaian sanksi fisik dan sosial, mulai dari membersihkan area Liponsos hingga membantu memberi makan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Jadi, nanti para peziarah yang datang ke Ampel bisa merasa nyaman dan tidak terganggu oleh anjal. Semoga para peziarah tetap merasa aman dan nyaman di Ampel," pungkasnya.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads