Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi suspensi berat selama 30 hari terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin, Sidoarjo, Jawa Timur, buntut kasus dugaan keracunan yang berdampak terhadap ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam. BGN juga
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo Rafli Ridho diusulakan oleh Badan Gini Nasional (BGN) dipecat. Usulan ini buntut kasus 566 santri Manbaul Hikam keracunan.
"Kemudian kami juga mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian," kata Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sudena seperti dilansir dari 20detik, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, lanjut Sudena, pihaknya kini akan fokus terlebih dahulu dengan penanganan kesehatan korban keracunan. Terutama yang saat ini masih mendapat perawatan.
"Pada saat ini kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," ujar Sudena.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, meminta maaf soal keracunan menu MBG yang dialami santri Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin. Data terbaru, ada 566 santri yang keracunan.
"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Rafli kepada awak media, dilansir detikJatim, Rabu (2/9/2026).
Rafli menyebut proses pengolahan makanan MBG pada dasarnya dilakukan seperti biasa. Proses memasak dimulai sekitar pukul 00.00 WIB, sedangkan makanan dikirim ke penerima sekitar pukul 11.00 WIB.
"Seperti biasa, ya jam 00.00 WIB mulai ngolah," tuturnya.
Rafli juga mengungkap laporan adanya korban dari luar pondok pesantren. Sebanyak lima siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 dilaporkan mengalami keluhan keracunan.
"Lima itu ada SDN Kalitengah 1 dan 2," katanya.
Laporan tersebut diterima pihak SPPG pada Selasa (1/9) malam. Menurut Rafli, kejadian pada lima siswa tersebut dilaporkan lebih malam dibandingkan kasus di pondok pesantren.
"Ya laporannya masuknya tadi malam. Setelah konfirmasi pada keracunan," ujarnya.
566 Santri Keracunan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan jumlah itu merupakan 531 korban yang sebelumnya tercatat plus 35 orang yang dievakuasi ke rumah sakit pada hari ini.
"Kurang lebih ada 35 (evakuasi hari ini). Di RSUD kemungkinan di RS Delta Surya juga ada," kata Lakhsmie kepada awak media, Rabu (2/9/2026).
