Warga Sebut Damkar Gresik Minta Rp 150 Ribu untuk Biaya Ganti Air

Warga Sebut Damkar Gresik Minta Rp 150 Ribu untuk Biaya Ganti Air

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Rabu, 02 Sep 2026 15:00 WIB
Petugas Damkar saat memadamkan lahan kosong di dekat perumahan Graha Lebani Gresik
Petugas Damkar saat memadamkan lahan kosong di dekat perumahan Graha Lebani Gresik/Foto: Istimewa
Gresik -

Seorang warga Perumahan Graha Lebani, Gresik mengaku petugas pemadam kebakaran (Damkar) meminta uang Rp 150 ribu sebagai biaya penggantian air setelah menangani kebakaran lahan. Warga tersebut mengaku uang diminta setelah dirinya melaporkan kebakaran di pinggir Tol Krian-Bunder pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.13 WIB, karena khawatir api merembet ke kawasan perumahan.

Setelah proses penanganan kebakaran, warga tersebut mengaku didatangi petugas pemadam kebakaran yang menyampaikan adanya biaya penggantian air sebesar Rp 150 ribu. Menurut pengakuannya, petugas menyebut air yang digunakan untuk operasional pemadaman harus diganti.

"Jadi setelah pembasahan, saya ditanya, 'Pak RT-nya mana?' 'Oh, RT-nya kerja'. Terus habis itu ada datang lagi orang yang satunya itu, 'Pak, ini nanti kena biaya ya' 'Biaya apa ya, Pak?'," kata warga yang enggan disebut namanya tersebut saat menirukan percakapan dengan petugas Damkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun kemudian mempertanyakan alasan permintaan uang tersebut. Ia mengaku saat itu tidak membawa uang dan meminta petugas tersebut untuk menunggu di pos depan perumahan.

ADVERTISEMENT

"Setelah saya beritahu kalau ada pertanggungjawaban terhadap kas RT, petugas tersebut mengatakan bahwa untuk biaya penggantian air sebesar Rp 150 ribu," imbuhnya.

Masih kata warga tersebut, untuk mengklaim uang tersebut ke bendahara RT, ia pun meminta sejumlah warga menyaksikan penyerahan uang tersebut. Bahkan, warga mengaku memiliki dokumentasi saat uang itu diterima sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada warga perumahan.

"Karena warga bilang sebagai bentuk pertanggungjawaban. Karena yang dipakai adalah uang kas nantinya," tuturnya.

Ia menegaskan, dirinya menghubungi petugas bukan karena memiliki kepentingan terhadap lahan yang terbakar. Ia mengaku hanya berinisiatif melapor karena khawatir api yang berada di lahan pinggir tol itu merembet ke kawasan perumahan.

"Padahal warga hanya takut api itu ke perumahan warga, sehingga warga berinisiatif melaporkan ke Damkar. Tidak ada kepentingan lainnya," tuturnya.

Informasi yang dihimpun, warga perumahan tersebut menghubungi petugas pemadam kebakaran karena api yang membakar lahan di sekitar berpotensi merembet ke perumahan. Saat itu, api disebut semakin mengarah ke permukiman akibat hembusan angin.

"Kebakaran lumayan mau merembet ke rumah warga. Karena anginnya sangat kencang, panas, akhirnya api itu mengarahnya mau ke perumahan," kata salah satu warga perumahan yang enggan disebut namanya.

Warga bersama sejumlah penghuni perumahan sebelumnya berupaya melakukan pembasahan untuk mencegah api masuk ke kawasan rumah mereka. Karena khawatir api semakin membesar dan merembet, warga kemudian berinisiatif menghubungi layanan pemadam kebakaran.

"Warga dengan gotong royong, nyiram-nyiram melakukan pembasahan. Tapi api masih terus membesar sehingga lapor ke Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik," tambahnya.

Hal serupa dikatakan BN, warga lainnya. Ia mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sekitar setahun sebelumnya. Saat itu, ia mengaku petugas juga sempat meminta uang minum setelah menangani kebakaran.

"Kalau dulu itu pernah meminta uang minum dan uang rokok. Apakah memang SOP nya seperti itu? Kalau iya ya kasian kalau rumah warga kebakaran, uda tertimpa musibah, malah dimintai uang," kata BN.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads