Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sejumlah hal usai melakukan pemeriksaan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo yang menyajikan MBG untuk Ponpes Manbaul Hikam berujung lebih dari 500 santri keracunan. Catatan itu mencakup sarana dan prasarana.
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, selain sarana dan prasarana, BGN juga melakukan pemeriksaan pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Dari pemeriksaan itu ada sejumlah hal yang menjadi catatan dan perlu perbaikan.
"Ada catatan, ada beberapa catatan, memang kita perbaiki bersama," kata Teguh kepada awak media, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh menyebut SPPG Kalitengah sebenarnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, dapur tersebut juga telah memiliki sertifikat halal.
"Memang dari Dinas Kesehatan sudah ada sertifikat laik dan lain-lain. Tapi kan ada juga mungkin dari makanan, ada mungkin dari operasional, kita tidak tahu," tuturnya.
Sementara itu, dugaan penyebab keracunan belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk terkait bahan baku makanan.
"Kalau sesuai dengan tempat, itu sudah layak sebenarnya. SLHS sudah ada, sertifikat halal sudah ada. Hanya saja kan bahan baku itu bagaimana, itu perlunya investigasi dan hasil lab nantinya," jelasnya.
Untuk sementara, BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah. Surat suspend juga telah diterbitkan.
"Perihal suspend-nya ringan atau berat, nanti ada tim investigasi dari pusat langsung datang," katanya.
Teguh menjelaskan terkait suspend, suspend ringan dapat berlangsung sekitar dua minggu hingga satu bulan, tergantung hasil investigasi dan laboratorium.
Sementara jika pelanggarannya tergolong berat, sanksinya dapat berupa penghentian operasional secara permanen.
"Ringan ini kemungkinan bisa dua minggu atau bisa satu bulan, tergantung ya hasil lab-nya keluar. Kalau berat bisa permanen," pungkasnya.
Diketahui, keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo diduga tak hanya dialami santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam. Sejumlah siswa di sekolah lain yang menerima menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, juga dilaporkan mengalami keluhan serupa. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/9/2026).
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, siswa di sejumlah sekolah tersebut mengonsumsi menu MBG yang sama dengan santri Ponpes Manbaul Hikam.
Menu tersebut terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel yang didistribusikan dari SPPG Kalitengah.
"Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manba'ul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama. SPPG Kalitengah, Tanggulangin," kata Emil, Rabu (2/9/2026) dini hari di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Emil menyebut SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9) mendistribusikan sekitar 2.800 porsi MBG. Makanan tersebut disalurkan kepada penerima manfaat mulai jenjang TK hingga SMA di wilayah operasional SPPG.
