Keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo diduga tak hanya dialami 500-an santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam. Sejumlah siswa di sekolah lain yang menerima menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, siswa di sejumlah sekolah tersebut mengonsumsi menu MBG yang sama dengan santri Ponpes Manbaul Hikam.
Menu tersebut terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel yang didistribusikan dari SPPG Kalitengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manbaul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama. SPPG Kalitengah, Tanggulangin," kata Emil, Rabu (2/9/2026) dini hari di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Emil menyebut, SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9) mendistribusikan sekitar 2.800 porsi MBG. Makanan tersebut disalurkan kepada penerima manfaat mulai jenjang TK hingga SMA di wilayah operasional SPPG.
"Ada daftar sekolahnya, nanti dari Bu Kadinkes bisa menyampaikan kepada teman-teman. Ada SMA swasta, ada juga SMP, SD swasta juga ya, TK juga ada," bebernya.
Pemprov Jatim bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah penerima MBG dari SPPG Kalitengah. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kondisi para siswa yang menerima menu tersebut.
Jika ditemukan siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit, pemerintah akan melakukan penanganan secara langsung.
"Kalau ada yang absen enggak masuk, alasan sakit ataupun apa, kita akan jemput bola tuh. Karena khawatirnya belum tertangani dengan penanganan medis," tuturnya.
Sebelumnya, ratusan santri dan santriwati Ponpes Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (1/9).
Saat kejadian, terdapat sekitar 1.000 santri dan santriwati yang mengonsumsi menu MBG tersebut.
Sebanyak 500 santri dan santriwati telah mendapat perawatan medis di sejumlah rumah sakit. Di antaranya RS Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, RS Arafah Anwar Medika, dan rumah sakit lainnya.
Dari 500 pasien yang tercatat, sebanyak 65 pasien masuk rumah sakit, 320 pasien telah keluar rumah sakit, dan 115 pasien masih menjalani observasi. Data tersebut menunjukkan kondisi terkini pasien yang mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.
