Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi 'kode keras' kepada Emil Elestianto Dardak untuk memimpin Jawa Timur di masa yang akan datang. Emil yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur buka suara.
"Apresiasi dari Bu Khofifah itu adalah satu hal yang amat sangat saya syukuri. Tetapi sekali lagi, masyarakat Jawa Timur hari ini ingin melihat Wakil Gubernur Jawa Timur ini bekerja dengan baik, kira-kira begitu," kata Emil di Surabaya, Selasa (1/9/2026).
Emil menegaskan, dirinya bersama Gubernur Khofifah akan terus bekerja sebaik mungkin untuk seluruh warga Jawa Timur. Apalagi, masih ada waktu 3,5 tahun untuk memberikan program terbaik bagi warga Jatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saya fokus menjadi wakil gubernur yang tadi, produktif. Artinya betul-betul mendukung, kita banyak pekerjaan rumah (PR) hari ini, contohnya kita harus membenahi masalah bantuan sosial (bansos)," jelasnya.
"Jangan sampai ada penerima bansos, penerima kartu Indonesia pintar (KIP) ya, penerima bantuan iuran BPJS yang karena urusan desil-desil ini kemudian tidak tertangani. Nggak boleh, ya. Jadi Pemprov melalui Dinas Sosial harus menjamin tidak boleh ada yang mentah, kita kerja keras dengan pemerintah kota/kabupaten, hal-hal seperti itu yang menjadi fokus hari ini," tambahnya.
Emil menambahkan, dirinya akan terus bekerja keras untuk kemaslahatan warga Jawa Timur dan mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto serta program Pemprov Jatim.
"Adapun doa-doa baik dari Ibu Gubernur itu adalah sebuah anugerah yang luar biasa yang bagi saya, saya tentu menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Saya dan Bu Khofifah akan bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat di sisa masa jabatan kami," tandasnya.
Sebelumnya diketahui, Gubernur Khofifah mendoakan agar Emil bisa menjadi pemimpin di Jawa Timur di masa yang akan mendatang. Doa itu disampaikan Khofifah saat membuka Musda Demokrat Jawa Timur.
"Hari ini kita bersama-sama menguatkan, dan mengantarkan Pak Emil Elestianto Dardak pada saatnya dari Musda ke-7, tujuh ini pitulungan, Allah menurunkan pertolongan untuk bisa menjadi komandan nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini," tandasnya.
