Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi Selasa (1/9/2026) dini hari. Luncurkan guguran lava pijar sejauh 1,5 km dari puncak kawah menuju Besuk Kobokan.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga). Luncuran guguran lava ini terjadi di tengah aktivitas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Berdasarkan pengamatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, teramati 14 kali letusan dengan tinggi kolom abu berkisar antara 300 hingga 600 meter. Asap berwarna kelabu tebal tersebut terpantau condong bergerak ke arah barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke tenggara," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melalui laporan tertulis.
Menanggapi peningkatan aktivitas vulkanik ini, petugas imbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi keamanan demi mengantisipasi bahaya susulan. Petugas lantas memberi sejumlah imbauan.
Pertama, warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang alur Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Kedua, warga juga diminta waspada potensi bahaya sekunder seperti awan panas guguran (APG), guguran lava, dan banjir lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
"Kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar," tegas Sigit.
