Mahasiswa Aksi di Grahadi Tuntut Prioritaskan Anggaran untuk Bencana

Mahasiswa Aksi di Grahadi Tuntut Prioritaskan Anggaran untuk Bencana

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 31 Agu 2026 17:04 WIB
Demo mahasiswa di Gedung Negara Grahadi Surabaya
Demo mahasiswa di Gedung Negara Grahadi Surabaya/Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Timur menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Mereka mendesak pemerintah memprioritaskan anggaran untuk penanganan dan pemulihan bencana di sejumlah daerah.

Massa dari sejumlah daerah dan kampus di Jawa Timur mulai berdatangan sekitar pukul 14.55 WIB. Jumlah peserta aksi terus bertambah dan mereka bergantian menyampaikan orasi serta menggelar teatrikal yang menggambarkan kondisi Indonesia saat ini.

Presiden BEM Unair M. Rizqi Senja mengatakan, mahasiswa menyoroti kebijakan pemerintah yang masih menggelontorkan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sementara itu, menurutnya, sejumlah wilayah terdampak bencana masih membutuhkan penanganan dan pemulihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daerah yang disoroti antara lain NTT, Kalimantan, Aceh, Lampung, Papua hingga NTB.

ADVERTISEMENT

"Negara belum benar-benar bisa hadir untuk memulihkan bencana, memulihkan kondisi masyarakat di sana. Tetapi sampai hari ini, anggaran yang dikeluarkan masih belum benar-benar menjadi prioritas untuk penanganan bencana. Jadi refleksi-refleksi semacam itu yang kami suarakan hari ini dan nanti akan disusul oleh aksi-aksi berikutnya. Ini hanya sebagai pemantik aja di Surabaya," kata Senja kepada wartawan di depan Grahadi, Senin (31/8/2026).

Menurut Senja, mahasiswa meminta pemerintah mengubah prioritas penganggaran agar penanganan bencana menjadi salah satu fokus utama.

"Kami menuntut kekuasaan untuk benar-benar memprioritaskan anggarannya untuk penanganan bencana hari ini," tambahnya.

Selain persoalan penanganan bencana, mahasiswa juga menyoroti pembahasan RUU Perampasan Aset. Mereka menilai rancangan regulasi tersebut belum menjadi prioritas DPR dan pemerintah.

Senja mengatakan DPR sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan RUU Perampasan Aset sebelum atau pada Desember 2026.

"Cuma pada akhirnya belum benar-benar dapat menjadi prioritas sebetulnya. Kemarin sudah disampaikan bahwa sebelum Desember sudah selesai. Makanya di situ kita menyuarakan untuk merefleksikan kondisi hari ini, cuman itu akan tetap menjadi concern kami juga," jelasnya.

Senja menyebut aksi di depan Grahadi hari ini bukan menjadi aksi terakhir. Mahasiswa masih akan melakukan konsolidasi untuk menentukan rangkaian aksi berikutnya.

"Nanti ditunggu saja ya, karena masih akan ada banyak konsolidasi lagi. Insyaallah September," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads