Gugur dari 5 Besar Caketum PBNU, Nusron Wahid: Iseng-iseng Berhadiah

Gugur dari 5 Besar Caketum PBNU, Nusron Wahid: Iseng-iseng Berhadiah

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 31 Agu 2026 08:20 WIB
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid (tengah)
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid (tengah) (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Nama Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid masuk 5 besar calon Ketua Umum PBNU yang meraih suara tertinggi usulan dari pengurus cabang dan pengurus wilayah NU. Namun, mantan Ketum GP Ansor ini gugur karena sedang menduduki jabatan politik.

Berdasarkan usulan seluruh PC, PCI dan PWNU, perolehan suara Nusron masuk 5 besar. KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di posisi pertama dengan 472 suara, KH Zulfa Mustofa 262 suara, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, serta KH Nusron Wahid 207 suara.

Namun, nama Nusron gugur ketika forum sidang pleno V meneliti syarat administrasinya. Nusron tidak lolos ke tahap selanjutnya lantaran saat ini menjabat Menteri ATR/BPN yang merupakan jabatan politis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan tidak mengecewakan para pendukungnya, tentu menyampaikan permohonan maaf karena secara administrasi belum memenuhi syarat," kata Pimpinan sidang, Ketua PWNU Sumbar Prof Ganefri di halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

Di sidang pleno tersebut, Nusron langsung angkat bicara merespons namanya yang tidak memenuhi syarat. Ia mengapresiasi para pengurus cabang dan pengurus wilayah yang mengusulkan namanya sebagai caketum PBNU.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus cabang dan wilayah yang mungkin dengan lucu-lucuan, iseng-iseng berhadiah menulis dan mengusulkan nama saya. Semoga kelucuan ini tidak berlanjut. Karena saya sadar saya memang pejabat politik, saya memang basicly-nya ada di situ sehingga untuk disodorkan kepada AHWA memang itu bukan kapasitas dan bukan makom saya. Khidmat tidak hanya menjadi ketua umum, di tempat yang lain bisa khidmat kepada jamiyah NU," jelasnya.

Sidang pleno pun mencari pengganti Nusron sebagai caketum urutan kelima yang akan disodorkan ke Rais Aam dan AHWA. Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf di urutan keenam dengan 176 suara otomatis naik. Namun, Gus Yusuf dinyatakan tidak memenuhi syarat karena pernah menjadi pengurus parpol dalam 1 tahun terakhir.

Kemudian muncul nama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di urutan 7 dengan 174 suara. Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU ini juga dinyatakan tidak memenuhi syarat karena saat ini menduduki jabatan politis, yakni Menteri Sosial. Barulah nama KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin di urutan 8 dengan 155 suara dinyatakan memenuhi syarat administrasi.

"Kita telah memeriksa 5 calon yang kita ajukan ke Rais Aam untuk mendapatkan izin tertulis," tandas Prof Ganefri.

Setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais Aam, 5 kandidat ketum bakal diajukan kepada AHWA. Selanjutnya, 9 ulama AHWA yang memilih Ketum PBNU masa bakti 2026-2031 melalui musyawarah mufakat.

Sebelumnya, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah memilih Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Rais Aam periode 2026-2031. Muktamirin memilih KH Miftachul Akhyar Rais Aam sebagai Rais Aam, sedangkan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menjadi Ketum PBNU.



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads