Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) telah menuntaskan sidang tertutup di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. Sembilan ulama itu memutuskan KH Miftachul Akhyar kembali menjabat Rais Aam PBNU.
Keputusan rapat 9 ulama AHWA diumumkan Ketum MUI dan Pengasuh PP Al Amien KH Anwar Iskandar di arena sidang pleno V, halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said sekitar pukul 23.23 WIB. Keputusan ini hasil rapat tertutup AHWA di kediaman Kiai Wahab sekitar pukul 21.00-22.00 WIB.
"Anggota AHWA secara mufakat memutuskan bahwa nama KH Miftachul Akhyar dipilih menjadi Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031," kata Kiai Anwar di lokasi, Minggu (30/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiai Anwar menyampaikan syukur karena AHWA telah menuntaskan salah satu tahapan penting Muktamar ke-35 NU. Yaitu memilih Rais Aam PBNU masa bakti 2026-2031.
Menurutnya, rapat tertutup AHWA dibuka oleh Pengasuh PP Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli. Jalannya rapat dipimpin Rais Aam masa bakti 2021-2026, KH Miftachul Akhyar.
"Pemilihan ini sama dengan Muktamar di Lampung, bahwa rapat AHWA dipimpin mantan Rais Aam, KH Ma'ruf Amin. Mekanisme yang digunakan di dalam musyawarah AHWA tadi adalah musyawarah mufakat yang sesuai perintah Al-Qur'an dan sesuai sila keempat Pancasila," jelasnya.
Dengan begitu, Kiai Miftachul Akhyar kembali terpilih menjadi Rais Aam PBNU. Sebelumnya, Kiai Miftach menjabat Rais Aam hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung.
Pemilihan Rais Aam dilakukan 9 ulama anggota AHWA. Yaitu Pengasuh PP Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli, Rais Syuriah PWNU Aceh TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled NU, Pengasuh PP An Nahdlah Makassar AG KH Baharuddin HS, Rais Aam PBNU 2021-2026 KH Miftachul Akhyar.
Kemudian Ahli Fikih dari PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo KH Afifuddin Muhajir, Ketum MUI dan Pengasuh PP Al Amien KH Anwar Iskandar, Pengasuh PP Lirboyo KH Anwar Manshur, Pengasuh PP Al Muhajirin Purwakarta KH Abun Bunyamin, serta Mantan Ketum PBNU yang saat ini menjadi Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siradj.
