Nahas menimpa Slamet Timbang, warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember. Pria lanjut usia itu tewas setelah tertimpa kanopi dan tembok bangunan apotek roboh.
Insiden tragis itu terjadi di tengah suasana meriah gelaran karnaval dan parade sound horeg yang diselenggarakan pihak Desa Wringinagung, Sabtu (29/8) sekitar pukul 10.30 WIB.
Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Ulum menuturkan korban awalnya sedang berdiri di area apotek untuk menunggu sang istri yang tengah membeli obat. Namun, secara tiba-tiba, tembok bangunan dengan kanopi itu ambruk dan langsung menimpa tubuh korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban pas menunggu istrinya beli obat. Tidak selang berapa saat ada suara keras dan korban sudah tersungkur tertimpa tembok. Kondisinya meninggal di tempat," katanya, Minggu (30/8/2026).
Dentuman keras akibat tembok yang roboh secara mendadak membuat warga sekitar dan para peserta karnaval kaget. Warga bersama aparat kepolisian yang berada di lokasi langsung berhamburan mendekat untuk melakukan proses evakuasi.
"Robohnya dinding apotek tersebut sepertinya akibat struktur bangunan yang sudah tua dan lapuk," ujarnya.
Selain itu, kata dia, getaran keras dari agenda cek sound sistem karnaval yang digelar warga sehari sebelumnya juga diduga turut memicu retaknya konstruksi bangunan.
"Bangunannya sepertinya sudah tua. Kemungkinan juga karena getaran suara cek sound yang sangat keras semalam, jadi bangunannya retak lalu ambruk hari ini," tandasnya.
Kini lokasi kejadian sudah dipasangi garis polisi. Sementara itu, jasad korban langsung dievakuasi oleh petugas gabungan dengan dibantu warga setempat.
Kapolsek Jombang Iptu Imam Kusuma mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan peristiwa itu sekitar pukul 10.30 WIB. Dia memastikan bahwa korban tertimpa kanopi, bukan tembok bangunan apotek.
"Korban meninggal diakibatkan kejatuhan dari kanopi. Benar ada kejadian tertimpa kanopi, namun masih dalam penyelidikan (lidik) petugas," ujar Iptu Imam Kusuma.
Berdasarkan hasil identifikasi kepolisian, korban diketahui bernama Slamet Timbang (57), pria kelahiran Jember yang berdomisili di Dusun Pondok Jeruk, Desa Wringinagung.
"Jenazah korban saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan," ujarnya.
Polisi menduga ada penyebab lain yang memicu robohnya kanopi tersebut. Salah satunya adalah keberadaan kabel yang terputus di sekitar lokasi.
"Diduga ada kabel terputus. Apakah mungkin tersangkut oleh truk yang akan melaksanakan kegiatan karnaval, ini masih dalam penyelidikan. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah tim dari Reskrim Polsek Jombang melaksanakan olah TKP," paparnya.
Imam menambahkan, di sekitar lokasi kejadian memang sempat melintas rombongan sound system. Namun, polisi belum bisa menyimpulkan apakah getaran sound horeg atau tertariknya kabel menjadi penyebab utama ambruknya kanopi tersebut.
Guna mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tertib dalam merencanakan atau mengikuti kegiatan di jalan raya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tertib, berhati-hati, dan selalu waspada," tandasnya.
