Kapal Motor Penumpang (KMP) Perkasa Prima 5 mengalami mati mesin total (blackout) saat berlayar menyeberangi perairan Selat Bali pada Sabtu (28/8/2026) sore. Insiden tersebut menyebabkan kapal hanyut ke arah selatan, sebelum akhirnya sebanyak 25 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Salah seorang penumpang yang tidak diketahui namanya mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seluruh penumpang tengah dievakuasi menggunakan kapal lainnya, seluruh penumpang telah mengenakan pelampung dan dipindahkan ke kapal lainnya.
"Ini hampir magrib, naik kapal tapi kapalnya hanyut mati mesin. Ini ditolong kapal prima kaya," kata pria berambut putih dalam video tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh kendaraan ditinggalkan di kapal yang hanyut, sementara penumpang diangkut menggunakan kapal penolong yang diketahui kapal yang hanyut adalah KMP Prima Perkasa dan yang melakukan evakuasi adalah KMP Prima Jaya.
"Iki seng diangkut orangnya. Kendaraan disana semuanya, gpp yang penting orangnya selamat," jelasnya dalam video.
Sementara, berdasarkan laporan Basarnas Banyuwangi diketahui. KMP Perkasa Prima 5 awalnya berangkat (tolak) dari Dermaga LCM Gilimanuk, Bali, menuju Dermaga LCM Ketapang, Banyuwangi, pada pukul 16.00 WITA. Kapal tersebut mengangkut 23 penumpang dewasa, 2 anak-anak, serta 15 unit kendaraan dari berbagai golongan.
Sekitar 25 menit berselang, tepatnya pada pukul 16.25 WITA, kapal mendadak mengalami blackout pada sistem mesin utama di tengah lintasan perairan Selat Bali. Mati mesin tersebut membuat KMP Perkasa 05 kehilangan daya gerak dan mulai terombang-ambing hanyut terbawa arus ke arah selatan. Pada saat kejadian, kondisi cuaca terpantau cerah dengan gelombang dan angin berkategori sedang.
Merespons kondisi darurat tersebut, upaya pertolongan segera dilakukan. Pada pukul 17.00 WITA, KMP Prima Jaya dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi seluruh penumpang KMP Perkasa 05.
