Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program Mobil Home Care. Program yang mengusung konsep "dokter keluarga" tersebut kini diperkuat dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan kepala puskesmas.
Peluncuran dan pelepasan armada homecare dilakukan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait). Dalam pelaksanaannya, setiap OPD mendapat pembagian wilayah kecamatan untuk menjadi koordinator sekaligus pembina program homecare.
Gus Fawait mengatakan, perluasan keterlibatan lintas OPD dilakukan agar pelayanan kesehatan berbasis rumah dapat berjalan lebih luas dan terkoordinasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu penanggung jawabnya Kepala Puskesmas dan Camat. Hari ini setiap OPD saya bagi menjadi setiap kecamatan. Apa pun OPD-nya, mereka menjadi salah satu penanggung jawab dan pembina pelaksanaan homecare," ujar Gus Fawait dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, program tersebut tidak sekadar menghadirkan layanan kesehatan ke rumah, tetapi menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember menghadirkan konsep dokter keluarga atau dokter pribadi bagi masyarakat kurang mampu.
Pada tahap awal, Pemkab Jember menargetkan sekitar 25.000 warga menjadi penerima manfaat. Target tersebut diharapkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 50.000, 100.000, bahkan 200.000 penerima sesuai dengan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember.
"Homecare ini betul-betul sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu mewujudkan dokter keluarga, dokter pribadi untuk keluarga yang tidak mampu," katanya.
Namun, Gus Fawait menegaskan bahwa layanan homecare memiliki cakupan berbeda dengan pelayanan kegawatdaruratan. Mobil Home Care difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi warga yang mengalami sakit berkepanjangan maupun lanjut usia yang tinggal seorang diri.
"Homecare ini adalah pelayanan kesehatan dasar, bukan pelayanan gawat darurat. Kalau pelayanan gawat darurat tetap ambulans puskesmas, ambulans desa dan lain sebagainya," tegasnya.
Ia mengakui program tersebut masih berada pada tahap awal sehingga berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya masih mungkin ditemukan. Pemkab Jember, kata dia, akan terus melakukan evaluasi sekaligus memperluas kolaborasi agar cakupan pelayanan semakin besar.
Menariknya, program tersebut juga mulai melibatkan unsur nonpemerintah. Gus Fawait menyebut rombongan dari Pegadaian dan Asosiasi Masyarakat Tionghoa Indonesia turut ambil bagian dalam pelaksanaan homecare bersama Pemkab Jember.
"Kita akan banyak lagi melibatkan pihak-pihak lain untuk homecare. Ini adalah upaya untuk mewujudkan dokter keluarga bagi warga yang tidak mampu," pungkasnya.
