Perebutan kursi Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029 mulai menjadi pembicaraan sejumlah partai politik. PDI Perjuangan (PDIP) secara terbuka memasang target memiliki kader yang mampu memenangkan Pilgub Jatim 2029. Bagaimana respons partai lain?
Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah sebelumnya menyatakan partainya ingin memenangkan Pemilu Legislatif 2029 sekaligus mengantarkan kader sendiri menjadi Gubernur Jawa Timur. Target itu disampaikan setelah PDIP melakukan evaluasi atas hasil Pemilu 2024 dan mulai memetakan kekuatan partai untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya.
Gerindra Siapkan Calon
Sekretaris DPD Gerindra Jatim Kharisma Febriansyah mengatakan pihaknya menghargai target yang dipasang PDIP. Menurutnya, setiap partai politik memang memiliki kewajiban menyiapkan kader terbaik untuk mengikuti kontestasi politik, baik di tingkat nasional maupun daerah.
"Tentu kami menghargai PDIP dan Buya Said. Sebagai partai politik, fungsi dan tugasnya menyiapkan kader terbaik untuk kontestasi baik di level nasional maupun daerah," kata Kharisma kepada detikJatim, Rabu (26/8/2026).
Kharisma mengatakan Gerindra juga terus melakukan kaderisasi sebagai persiapan menghadapi pemilu dan pilkada mendatang. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia.
"Sebagai salah satu provinsi terbesar, tentu Jawa Timur menjadi wilayah yang sangat diperhatikan. Maka kaderisasi, pendidikan politik terus dilakukan," terangnya.
Gerindra, lanjut Kharisma, ingin Jawa Timur terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai pangan, pendidikan, sumber daya manusia, ekonomi hingga kebudayaan. Untuk mendukung tujuan tersebut, partainya mengaku telah menyiapkan sejumlah kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk maju dalam kontestasi politik daerah.
"Gerindra ingin Jawa Timur terus menjadi provinsi yang unggul baik dalam hal pangan, pendidikan, sumber daya manusia, ekonominya, dan budayanya."
Menurut Kharisma, Gerindra memiliki banyak kader yang berpotensi dicalonkan dalam Pilkada Jatim. Partai tersebut juga memiliki sekolah kader dan telah melakukan penggemblengan terhadap kader-kadernya di Jawa Timur.
"Gerindra banyak sekali kader mumpuni yang siap dicalonkan untuk Pilkada mendatang. Kami punya sekolah kader, kami juga sudah melakukan penggemblengan kader Jawa Timur," tambahnya.
Namun, ketika ditanya mengenai nama kader Gerindra yang berpotensi maju dalam Pilgub Jatim 2029, Kharisma belum mau mengungkapkannya. Gerindra saat ini memilih berkonsentrasi mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menjalankan kerja politik untuk masyarakat.
"Nanti, ada waktunya. Saat ini kami fokus mengawal dan menyukseskan program Pak Prabowo dan kerja bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur," tandas Kharisma.
Golkar: Sah-sah saja PDIP ingin punya gubernur
Respons lain datang dari Partai Golkar. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji menilai keinginan PDIP untuk memiliki kader yang menjadi Gubernur Jawa Timur merupakan hal yang wajar bagi sebuah partai politik.
"Ya sah-sah saja sebagai partai ingin punya kader menjadi gubernur," kata Sarmuji saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (27/8/2026).
Meski demikian, Wakil Ketua DPD Golkar Jatim Arif Fathoni mengatakan partainya belum ingin terlalu jauh membicarakan Pilgub Jatim 2029. Menurutnya, fokus Golkar saat ini masih pada kerja-kerja kerakyatan dan mendukung pemerintahan Jawa Timur di bawah Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
"Golkar sebagai entitas politik tentu memiliki banyak nama yang siap dikaryakan dalam pemerintahan, baik di DPR RI, DPRD Provinsi maupun sebagai calon Gubernur Jawa Timur. Namun kami melihat saat ini bagi Golkar terlalu dini untuk berbicara soal Pilgub," kata Arif Fathoni kepada detikJatim.
"Karena fokus Partai Golkar Jawa Timur adalah mendukung pemerintahan Khofifah-Emil sukses dalam melayani warga Jawa Timur melalui serangkaian kebijakan kebijakan kerakyatan yang diambil," tambahnya.
Arif mengatakan Golkar Jatim juga terus melakukan konsolidasi internal. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat mesin partai sekaligus memastikan keberadaan partai dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Saat ini Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Pak Ali Mufti sedang fokus membangun konsolidasi Partai agar mesin Partai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga Golkar dalam pemilu mendatang bisa memenangkan hati masyarakat baik dalam pemilu maupun pemilukada," terangnya.
Konsolidasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pendidikan politik kepada masyarakat Jawa Timur.
"Dengan konsolidasi tersebut, kami berharap mesin Partai bisa semakin efektif dalam melayani warga Jawa Timur, sehingga agenda pendidikan politik kepada masyarakat Jawa Timur dapat terlaksana dengan baik," tandasnya.
Simak Video "Halalbihalal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ini Pesan Said Abdullah"
(irb/hil)