Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Kebakaran yang mulai terlihat sejak Rabu malam hingga Kamis (27/8/2026) sore sudah mulai dikendalikan setelah ratusan petugas gabungan dikerahkan ke lokasi.
Api membakar vegetasi kering di kawasan tebing Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Kobaran api sempat menjalar dengan cepat hingga mendekati sejumlah penginapan akibat tiupan angin yang cukup kencang.
Rekaman video amatir memperlihatkan kobaran api membakar lereng kawasan Bromo pada Rabu malam. Api terlihat menjalar di antara vegetasi kering yang berada di sekitar tebing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah kebakaran meluas, ratusan personel gabungan diterjunkan pada Kamis pagi. Mereka terdiri dari personel Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, BPBD Kabupaten Probolinggo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta para relawan.
Proses pemadaman dipimpin langsung Komandan Kodim dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo. Petugas berupaya menjinakkan kobaran menggunakan selang pemadam yang diarahkan menuju titik-titik api.
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Asap pekat, angin kencang, serta kondisi tebing yang curam membuat petugas harus ekstra hati-hati saat mendekati lokasi kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan kebakaran yang awalnya diduga hanya berada di satu titik kemudian menyebar sehingga penanganan harus dilakukan secara terbagi.
"Awalnya mungkin satu titik, tapi sudah menyebar sehingga diperlukan penanganan yang terbagi. Alhamdulillah, teman-teman dari Kodim, Polres, TNBTS, dan relawan bersama-sama melakukan penanganan," ujar Oemar, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, kondisi kebakaran pada Kamis sore mulai membaik. Sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan dan petugas dapat lebih fokus menangani titik yang masih terbakar.
"Memang saat ini kondisinya masih ada, tapi insyaallah yang lainnya sudah mulai padam sehingga bisa kami fokuskan kepada titik itu," katanya.
Oemar menjelaskan, kondisi medan menjadi salah satu kendala terbesar dalam proses pemadaman. Tebing yang sangat curam meningkatkan risiko keselamatan bagi petugas.
"Kesulitannya yang pertama tebingnya, karena curam sekali sehingga sangat membahayakan. Kemudian anginnya juga sangat kencang, jadi merambatnya cepat ke atas. Akhirnya kami maju-mundur untuk melakukan pemadaman," jelasnya.
BPBD menerima laporan kebakaran setelah waktu subuh pada Kamis pagi. Titik kebakaran dilaporkan berada di kawasan sebelum Jembatan Kaca, tepatnya di sekitar kawasan Tengger Indah, Cemoro Lawang.
Hingga Kamis sore, petugas gabungan masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik. Penanganan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan memicu kebakaran meluas.
Petugas menargetkan seluruh titik api dapat dikendalikan pada Kamis malam. Selain pemadaman, pemantauan juga terus dilakukan dengan memperhatikan arah angin dan kondisi vegetasi di sekitar lokasi.
(auh/abq)
