Cek Desil di Link cekbansos.kemensos.go.id, Ini Cara dan Artinya

Cek Desil di Link cekbansos.kemensos.go.id, Ini Cara dan Artinya

Mira Rachmalia - detikJatim
Kamis, 27 Agu 2026 16:00 WIB
Cek desil di laman Kemensos lewat HP
Cek desil di laman Kemensos lewat HP (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Masyarakat kini bisa mengecek posisi desil kesejahteraan keluarga secara online melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id. Pengecekan dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada KTP, sehingga masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor untuk sekadar mengetahui data yang tercatat.

Namun, perlu dipahami bahwa desil bukan sekadar penanda apakah seseorang mendapatkan bantuan sosial atau tidak. Desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraannya. Karena itu, hasil cek desil juga berkaitan dengan penentuan sasaran sejumlah program pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Cek Desil di cekbansos.kemensos.go.id

Cara paling mudah untuk mengetahui desil yang tercatat dalam DTSEN adalah melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos.

Saat ini, halaman pencarian Cek Bansos meminta pengguna memasukkan NIK 16 digit sesuai KTP, kemudian mengisi kode huruf atau captcha yang tersedia sebelum melakukan pencarian. Situs tersebut juga menjelaskan bahwa sumber data yang digunakan adalah DTSEN.

ADVERTISEMENT

Berikut alurnya:

  • Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
  • Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
  • Masukkan huruf atau kode captcha yang tampil.
  • Klik tombol "CARI DATA".
  • Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.

Jika data ditemukan, informasi terkait penerima manfaat dan desil yang tercatat dalam sistem akan ditampilkan sesuai data yang tersedia.

Cek Desil Juga Bisa Melalui Cek DTSEN BPS

Selain melalui Cek Bansos Kemensos, masyarakat dapat mengecek data desil melalui kanal Cek DTSEN BPS di dtsen-form.bps.go.id.

Perlu diluruskan, situs tersebut merupakan kanal milik Badan Pusat Statistik (BPS), bukan situs Kemensos. BPS sendiri menjelaskan bahwa pihaknya bertugas menyusun, mengelola, dan memutakhirkan DTSEN.

Dalam pembaruan informasi terbaru BPS, masyarakat yang menemukan data diri atau keluarganya belum sesuai dengan kondisi sebenarnya juga dapat menggunakan kanal Cek DTSEN sebagai salah satu jalur pembaruan data. Selain itu, pembaruan dapat dilakukan melalui Cek Bansos atau mekanisme yang tersedia di tingkat desa atau kelurahan.

Untuk mengecek data melalui kanal BPS, masyarakat dapat mengikuti petunjuk yang tersedia pada laman dtsen-form.bps.go.id, termasuk memasukkan NIK dan informasi lain yang diminta sistem.

Apa Itu Desil dalam DTSEN?

Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan. Keluarga dalam DTSEN diperingkatkan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok.

Setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga. Dengan demikian, desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan, angka desil perlu dipahami sebagai peringkat relatif, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi sebuah keluarga.

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi."

Pernyataan tersebut disampaikan Amalia melalui keterangan tertulis BPS pada 21 Agustus 2026.

Artinya, seseorang yang berada di desil 3 bukan berarti otomatis memiliki kondisi ekonomi dengan ukuran tertentu yang sama persis dengan seluruh keluarga lain di desil 3. Desil menunjukkan posisi relatif keluarga tersebut dalam pemeringkatan kesejahteraan.

Arti Desil 1 sampai 10

Secara umum, urutan desil menunjukkan posisi kesejahteraan relatif keluarga. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraannya. Sebaliknya, semakin besar angkanya, semakin tinggi posisi relatifnya.

Desil 1 merupakan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah. Desil 2 berada di atasnya, kemudian desil 3 dan seterusnya hingga desil 10 yang merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Karena itu, pembagian desil sebaiknya tidak diterjemahkan secara terlalu sederhana sebagai "desil 1 pasti miskin ekstrem, desil 2 pasti miskin, desil 3 pasti hampir miskin" dan seterusnya. BPS menegaskan bahwa desil merupakan peringkat relatif, bukan klasifikasi absolut kemiskinan.

Komponen Penentuan Desil

Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul adalah anggapan bahwa desil ditentukan berdasarkan besar kecilnya gaji atau pendapatan bulanan keluarga.

BPS menegaskan, penentuan desil tidak hanya menggunakan penghasilan, kepemilikan satu jenis barang, daya listrik, pekerjaan, atau satu indikator tertentu. Berbagai karakteristik sosial ekonomi dipertimbangkan secara bersama-sama.

Karakteristik yang digunakan antara lain kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga disabilitas.

Dalam prosesnya, berbagai informasi tersebut digunakan dengan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan relatif berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.

Karena itu, perubahan satu kondisi saja tidak otomatis membuat desil berubah. Posisi desil ditentukan dari berbagai karakteristik yang dipertimbangkan secara bersama-sama.

Apa Hubungan Desil dengan Bantuan Sosial?

Desil menjadi salah satu informasi penting dalam penentuan sasaran program perlindungan sosial pemerintah. Situs resmi Cek Bansos Kemensos menjelaskan bahwa desil digunakan untuk penentuan sasaran bantuan sosial.

Pada informasi yang ditampilkan dalam laman tersebut, keluarga yang berada pada desil 1 sampai 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial seperti PKH dan Sembako. Sementara itu, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.

Meski demikian, desil tidak seharusnya dipahami sebagai "daftar otomatis penerima bansos". BPS menegaskan bahwa desil merupakan alat pemeringkatan yang dapat digunakan kementerian/lembaga sebagai salah satu dasar penentuan sasaran atau prioritas program, sesuai tujuan dan ketentuan masing-masing program.

Jadi, mengetahui seseorang berada di desil tertentu tidak serta-merta berarti bantuan tertentu pasti diterima. Kelayakan tetap mengikuti aturan dan mekanisme masing-masing program pemerintah.

Bagaimana Jika Data Desil Tidak Sesuai?

Jika hasil pengecekan menunjukkan data keluarga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui mekanisme yang tersedia.

BPS menyebut beberapa kanal yang dapat digunakan, antara lain Cek Bansos Kemensos, aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta kanal Cek DTSEN BPS.

Namun, pengajuan pembaruan data tidak berarti desil akan langsung berubah. Data yang disampaikan masyarakat akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali. Posisi akhir desil tetap ditentukan berdasarkan data dan metode yang berlaku.

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tidak hanya dapat mengetahui posisi desilnya, tetapi juga memiliki jalur untuk menyampaikan apabila informasi yang tercatat belum menggambarkan kondisi keluarga yang sebenarnya.

Karena DTSEN bersifat dinamis, posisi desil dapat berubah seiring pemutakhiran data dan perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga. Jika informasi yang tercatat tidak sesuai, masyarakat dapat memanfaatkan kanal resmi yang tersedia untuk mengajukan pembaruan data.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Top 5: Dolly Parton-Yayoi Kusama Meninggal hingga Revaldo Narkoba Lagi"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads