5 Karhutla Melanda Ponorogo dalam Sehari, 6,1 Hektare Lahan Terbakar

5 Karhutla Melanda Ponorogo dalam Sehari, 6,1 Hektare Lahan Terbakar

Charolin Pebrianti - detikJatim
Kamis, 27 Agu 2026 11:15 WIB
Karhutla di Ponorogo
Karhutla di Ponorogo/Foto: Istimewa
Ponorogo -

Lima titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Ponorogo dalam sehari. Total lahan yang terbakar mencapai sekitar 6,1 hektare.

Kebakaran tersebut terjadi di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Bungkal, Slahung, Balong hingga Pulung. BPBD Ponorogo langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menangani kebakaran setelah laporan masuk sejak Selasa (25/8/2026) siang hingga malam hari.

"Kemarin hari Selasa itu ada beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan. Data yang masuk ke BPBD, laporan itu mulai jam 12.30 WIB sampai malam," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetyo, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung mengatakan, lima titik karhutla tersebut tersebar di Desa Munggu dan Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Desa Duri, Kecamatan Slahung, Desa Ngilo-ilo, serta Desa Pandak, Kecamatan Balong.

ADVERTISEMENT

"Untuk respons cepat, BPBD segera menurunkan tim reaksi cepat dan berkoordinasi dengan pemangku wilayah terdekat di lima kejadian itu," ujarnya.

Menurut Agung, lahan yang terbakar di sejumlah titik merupakan hutan rakyat atau tanah pajakan masyarakat. Vegetasi yang terbakar didominasi serasah daun jati, rumput, serta semak belukar.

"Itu area lahan yang terbakar adalah tanah pajakan dari masyarakat. Vegetasinya pohon jati, sedangkan yang terbakar serasah daun jati dan tumbuhan bawah seperti semak belukar," jelasnya.

Rinciannya, lahan terbakar di Desa Munggu dan Desa Nambak masing-masing sekitar 1 hektare. Kemudian di Desa Duri sekitar 1,1 hektare dan Desa Ngilo-ilo sekitar 1 hektare.

"Yang agak luas itu informasi dari Perhutani kemarin di Desa Pandak, kurang lebih 2 hektare yang terbakar," terang Agung.

Dengan demikian, total luasan lahan yang terbakar dari lima kejadian tersebut mencapai sekitar 6,1 hektare.

"Jadi kurang lebih dari beberapa kejadian tersebut ada 6,1 hektare yang terbakar," tambahnya.

Agung mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan hutan, meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di kawasan yang rawan terbakar.

"Karena memang situasi kering dan panas itu juga bisa menimbulkan titik api, apalagi disertai hembusan angin yang cukup kencang beberapa hari di wilayah Kabupaten Ponorogo," pungkasnya.



(ihc/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads