Sebanyak 208 lansia di Lamongan diwisuda setelah mengikuti program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang berlangsung selama 6 bulan. Mereka mengikuti 12 kali pertemuan pembelajaran sebelum dinyatakan lulus.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lamongan, Aini Mas'idha menjelaskan 208 peserta yang diwisuda kali ini merupakan perwakilan dari tujuh kecamatan dan delapan desa.
Rinciannya, Selantang Bugenvil Desa Kedungwaras, Kecamatan Modo, meluluskan 20 peserta. Kemudian Selantang Nusa Indah Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, sebanyak 28 peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selantang Tentrem Desa Karangcangkring, Kecamatan Kedungpring, meluluskan 21 peserta, sedangkan Selantang Melati Desa Mantup, Kecamatan Mantup, sebanyak 25 peserta. Dari Kecamatan Sukodadi terdapat dua kelas, yakni Selantang Bugenvil Desa Bandungsari dengan 34 peserta dan Selantang Sedap Malam Desa Balongtawun dengan 21 peserta.
"Selanjutnya, Selantang Nangka Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah, meluluskan 39 peserta dan Selantang Sakura Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan, sebanyak 20 peserta," papar Aini Mas'idha.
Aini menambahkan, hingga 2026 terdapat 33 kelas Selantang yang telah terbentuk di Lamongan. Dari jumlah tersebut, 13 kelas telah menyelesaikan pembelajaran dan diwisuda dengan total 395 peserta lansia.
"Sementara 20 kelas Selantang masih dalam proses pembelajaran," jelas Aini.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, Selantang merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mendorong masyarakat lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan berdaya.
"Bekal yang panjenengan sudah dapatkan di sekolah ini agar kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik dan terus diaplikasikan," kata Yuhronur Efendi saat acara yang berlangsung di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (26/8/2026).
Yuhronur berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti Selantang tidak berhenti setelah wisuda. Para lansia diharapkan mampu menjadi teladan, pencerah, sekaligus pemberi arah bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Dia menyebut sejumlah peserta Selantang juga merupakan tokoh masyarakat. Karena itu, ilmu yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran dinilai dapat memberikan manfaat lebih luas. "Minimal untuk keluarganya sendiri," ujarnya.
Yuhronur juga menyampaikan, berdasarkan data WHO, sekitar 12 persen penduduk Indonesia masuk kategori lanjut usia. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian agar para lansia tetap dapat menjalani kehidupan secara sehat dan produktif.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin yang juga hadir dalam acara ini, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Selantang di Lamongan. Dia menilai semangat dan kedisiplinan para peserta selama mengikuti pembelajaran patut diapresiasi.
"Atas nama Perwakilan BKKBN, kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya seluruh rangkaian proses pembelajaran di Selantang," ujar Shodiqin.
Menurutnya, para peserta telah mengikuti pembelajaran mengenai tujuh dimensi lansia tangguh. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para lansia untuk menjalani masa lanjut usia secara lebih berkualitas.
