Wisatawan yang kerap kerepotan membawa koper atau ransel besar saat berkeliling Kota Malang kini memiliki alternatif tempat penitipan barang. Platform layanan penitipan barang berbasis aplikasi Storave resmi melakukan soft launching di Kota Malang.
Peluncuran tahap awal layanan tersebut dilakukan pada Selasa (18/8/2026). Kota Malang juga dipilih sebagai lokasi proyek percontohan (pilot project) sistem loker penyimpanan berbasis aplikasi pertama yang dikembangkan Storave.
Dalam uji coba tersebut, Storave menggandeng TitipDulu sebagai mitra. Lokasi TitipDulu berada di kawasan seberang Stasiun Malang Kota Baru, yang menjadi salah satu titik lalu lintas wisatawan dan pengguna transportasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Founder & CEO Storave, Riski Usada, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memadukan pengalaman mitra lokal dengan teknologi digital untuk mempermudah proses penitipan barang.
"Kawasan Stasiun Malang ini kan lalu lintas wisatanya ramai sekali. Dengan pengalaman TitipDulu yang telah melayani wisatawan sejak 2020 ditambah digitalisasi dari Storave, harapannya akan mengefisiensikan operasional dan meningkatkan kenyamanan pengguna. Ini juga menjadi contoh apabila ada mitra lain yang tertarik bergabung dengan sistem locker seperti ini," ujar Riski, Rabu (26/8/2026).
Riski mengatakan pengembangan sistem loker digital tersebut menjadi bagian dari upaya Storave membangun layanan penitipan barang yang terintegrasi dengan pelaku usaha lokal.
Melalui sistem tersebut, mitra usaha dapat memanfaatkan teknologi yang disediakan Storave tanpa harus membangun sistem digital secara mandiri.
Keberhasilan uji coba di Malang, lanjut Riski, akan menjadi salah satu acuan untuk pengembangan layanan di daerah lain.
"Tidak menutup kemungkinan sistem locker berbasis aplikasi pada platform Storave ini nantinya akan terus dikembangkan dan diterapkan juga di kota-kota wisata serta pusat transportasi utama lainnya di seluruh Indonesia," tambahnya.
Melalui aplikasi Storave, pengguna dapat memesan ruang penyimpanan dan melakukan pembayaran secara non-tunai. Proses pemesanan hingga pembayaran diklaim dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua menit.
Setelah melakukan reservasi, pengguna akan mendapatkan kode QR yang digunakan untuk proses penitipan (check-in) maupun pengambilan barang (check-out).
Sistem tersebut juga dirancang untuk mengurangi proses manual dan potensi antrean di lokasi penitipan.
Dari sisi keamanan, Storave menerapkan beberapa tahapan verifikasi. Pengguna diwajibkan melakukan verifikasi identitas digital berbasis Know Your Customer (KYC).
Selain itu, proses check-in dan check-out menggunakan pemindaian QR Code serta dokumentasi foto digital barang. Layanan penitipan tersebut juga dilengkapi dengan skema jaminan asuransi.
Dalam masa soft launching, Storave menyediakan promo diskon 10 persen bagi pengguna. Promo tersebut dapat diakses menggunakan kode voucher yang dibagikan melalui jaringan kreator konten dan affiliator resmi Storave di media sosial.
Storave dikembangkan oleh tim manajemen yang terdiri dari Riski Usada sebagai CEO, Daffa Nabil sebagai COO, dan Altamis Atmaja sebagai CTO. Natali Ardianto, Co-Founder dan mantan CTO Tiket.com, tercatat sebagai Komisaris Perusahaan.
Ke depan, Storave menargetkan perluasan jaringan dengan menggandeng lebih dari 1.500 mitra tempat usaha di delapan kota destinasi wisata utama di Indonesia.
