Pemkab Sidoarjo Antisipasi Kebakaran-Kekeringan Saat Puncak Kemarau

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 26 Agu 2026 15:45 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sidoarjo Sabino Mariano. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Sidoarjo -

Pemkab Sidoarjo mengantisipasi potensi meningkatnya kebakaran saat puncak musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo mengimbau warga tidak membakar lahan kosong maupun alang-alang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano mengatakan, kebakaran di Sidoarjo selama ini didominasi kebakaran alang-alang, lahan, dan rumah. Saat kemarau, lahan kering menjadi salah satu titik yang rawan terbakar.

"Kebakaran kita kan rata-rata didominasi oleh kebakaran ilalang, kemudian rumah. Yang sering terjadi itu adalah lahan," kata Sabino kepada detikJatim di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (26/8/2026).

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan. Sebab, kondisi kemarau membuat api lebih mudah merambat, sementara ketersediaan sumber air juga terbatas.

"Harapan kami, kami juga imbau karena situasi di Sidoarjo ini kan ada sumber air pun terbatas. Jadi kami imbau ke masyarakat supaya tidak membakar lahan yang sudah kosong itu jangan dibakar," ujarnya.

Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan bersama agar kebakaran tidak meluas hingga masuk ke permukiman. BPBD juga meningkatkan kesiapsiagaan di tujuh pos yang tersebar di wilayah Sidoarjo.

"Dari sisi kami, kami juga untuk siaga di masing-masing tujuh pos itu. Kami berusaha untuk menjaga (kebakaran) untuk tidak sampai masuk ke dalam pemukiman," jelasnya.

Sabino menyebut, sejumlah wilayah seperti Tanggulangin, Krian, Tulangan hingga Waru memiliki area perkebunan yang cukup rawan terjadi kebakaran. Namun, hingga kini kondisi masih dapat dikendalikan oleh petugas di masing-masing pos.

"Tanggulangin, Krian, Tulangan itu kan rata-rata daerah perkebunan. Tulangan saat ini, terus Waru, tapi sejauh ini masih terkendali, jadi di-handle sama teman-teman di pos-pos itu," tuturnya.

Meski memasuki puncak musim kemarau, Sabino mengatakan Sidoarjo tidak sampai mengalami kekeringan seperti sejumlah daerah lain.

Kondisi geografis Sidoarjo yang berada di wilayah pesisir serta masih memiliki sumber air dari sungai besar membuat kebutuhan air masih relatif tersedia.

"Kalau di Sidoarjo kan wilayah pesisir, jadi enggak seperti di daerah-daerah lain. Enggak sampai kehabisan air total. Karena kita masih di bawah itu sungai besar, Brantas sama Kalimas," katanya.

Hingga Rabu (26/8/2026), BPBD Sidoarjo juga belum menerima permintaan bantuan air bersih dari masyarakat. "Per hari ini enggak ada yang minta bantuan air bersih," imbuhnya.

Selain kesiapsiagaan petugas, BPBD juga mendorong masyarakat memiliki alat pemadam api ringan (APAR). BPBD rutin memberikan edukasi penggunaan APAR kepada masyarakat.

Edukasi tersebut dilakukan bersama pihak kecamatan dan desa. Bahkan, menurut Sabino, sudah ada masyarakat yang secara mandiri membuat program pencegahan kebakaran.

"Kayak kemarin di Desa Keboan Sikep itu mereka mandiri, masyarakat mandiri bikin program sendiri. Kita hadir untuk memberikan edukasi," bebernya.

Sabino berharap, ketersediaan APAR dapat diperluas hingga lingkungan terkecil. Menurutnya, setiap RT maupun pos ronda idealnya memiliki APAR untuk penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

"Kalau bisa setiap RT, setiap pos itu ya punya APAR tersedia. Pos ronda itu masing-masing," katanya.

Dia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kebakaran. Menurutnya, kolaborasi warga dan petugas menjadi penting untuk mencegah kebakaran meluas.

"Harapan kami, masyarakat juga ikut membantu dengan tidak membakar alang-alang. Ayo mari kita sama-sama jaga lingkungan di Sidoarjo. Karena wilayah kita pun wilayah pesisir, tapi rawan terbakar," pungkasnya.



Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"

(auh/hil)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork