Kebakaran hebat terjadi di Jalan Lidah Wetan 5, RT 3 RW 2, Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya tepatnya di Gerbang Selatan Unesa Surabaya. Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 4 warung di Sentra PKL RT 3 ludes dilahap si jago merah.
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.35 WIB. Api baru muncul dari salah satu warung nasi yang berada di tengah jajaran PKL milik RT setempat.
Kemunculan api diketahui pertama kali oleh Rambo, salah satu pengunjung warung kopi yang berada tepat disebelah lokasi kejadian. Sebelum warung kopi yang ia tongkrongi ikut terbakar, api sudah membesar dari salah satu warung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu saya kumpul sama teman-teman di warung. Tiba-tiba api keluar dari salah satu warung nasi itu. Terus membesar dan cepat membakar warung ini (tempatnya nongkrong)," kata, Rambo, Selasa (25/8/2026).
Baca juga: Gudang Rongsok di Kota Kediri Dibakar ODGJ |
Rambo dan teman-temannya pun berteriak meminta bantuan untuk memadamkan air. Tak berselang lama warga setempat langsung menghubungi Pemadam Kebakaran.
"Begitu tau langsung meminta bantuan pak. Tapi api semakin membesar dan membakar warung-warung itu," tambahnya.
Hal senada disampaikan Iwan, salah satu warga setempat. Ia mengatakan api dengan cepat melahap warung-warung tersebut kondisi angin saat peristiwa terjadi cukup kencang.
"Api dengan cepat merambat karena kondisi angin sangat kencang. Apalagi warung-warung tersebut rata-rata terbuat dari kayu," kata Iwan di lokasi kejadian.
Ditempat yang sama, Koharjunaidi Kepala Rayon Pemadam Kebakaran Surabaya Selatan mengatakan dugaan sementara kebakaran tersebut disebabkan karena korleting listrik. Namun pihaknya masih menunggu pihak kepolisian melakukan penyelidikan.
"Untuk dugaan sementara, penyebabnya korsleting listrik dari salah satu warung di Sentra PKL ini. Tapi untuk pastinya tunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian," kata Koharjunaidi.
Koharjunaidi menambahkan sebanyak 8 unit mobil Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Setelah kurang lebih hampir 1 jam, api berhasil dipadamkan.
"Total ada 8 unit kita kerahkan. Setelah kurang dari 1 jam, api berhasil kita padamkan," pungkasnya.
