Gerhana bulan kembali terjadi pada Agustus 2026. Fenomena astronomi ini berupa gerhana bulan sebagian yang berlangsung pada akhir Agustus 2026 menurut waktu Indonesia.
Gerhana bulan sebagian Agustus 2026 ini menjadi salah satu dari dua gerhana bulan yang terjadi sepanjang 2026. Lantas, gerhana bulan Agustus 2026 jam berapa dan apakah fenomena tersebut bisa diamati dari Indonesia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerhana Bulan Agustus 2026 Kapan?
Gerhana bulan sebagian terjadi pada 28 Agustus 2026 menurut waktu Indonesia. Sementara itu, NASA mencatat fenomena tersebut berlangsung pada 27-28 Agustus 2026, bergantung pada zona waktu wilayah pengamatan.
Berdasarkan informasi BMKG, gerhana bulan sebagian 28 Agustus 2026 merupakan salah satu dari empat gerhana yang terjadi sepanjang 2026. Dua di antaranya merupakan gerhana bulan, yakni gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 dan gerhana bulan sebagian pada 28 Agustus 2026.
Gerhana Bulan Agustus 2026 Jam Berapa?
Mendekati waktu terjadinya gerhana bulan sebagian 28 Agustus 2026, banyak yang mencari jam berapa waktu munculnya. Berdasarkan Almanak BMKG 2026, berikut tahapan Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 dalam Waktu Indonesia Barat (WIB).
- Awal gerhana penumbra: 08.23.55 WIB
- Awal gerhana sebagian: 09.33.48 WIB
- Puncak gerhana: 11.14.04 WIB
- Akhir gerhana sebagian: 12.51.55 WIB
- Akhir gerhana penumbra: 14.01.41 WIB
Jika dihitung dari awal gerhana penumbra hingga akhir gerhana penumbra, seluruh rangkaian berlangsung sekitar 5 jam 37 menit 46 detik. Sementara fase gerhana sebagian berlangsung sekitar 3 jam 18 menit 7 detik.
Namun, waktu tersebut bukan berarti masyarakat Indonesia dapat menyaksikannya. Seluruh tahapan berlangsung pada siang hari menurut waktu Indonesia dan posisi Bulan berada di bawah horizon dari wilayah Indonesia.
Sekilas tentang Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026
Gerhana bulan sebagian terjadi ketika bulan memasuki sebagian wilayah bayangan inti atau umbra Bumi. Fenomena ini terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu konfigurasi sehingga sebagian permukaan bulan tertutup bayangan bumi.
Berbeda dengan gerhana bulan total, pada gerhana bulan sebagian tidak seluruh bagian bulan masuk ke dalam umbra bumi. Sebagian permukaan bulan tetap berada di luar bayangan inti.
NASA menyebut fenomena pada 27-28 Agustus 2026 sebagai partial lunar eclipse. Pada malam 27 Agustus yang berlanjut hingga 28 Agustus 2026 di sejumlah zona waktu, bulan purnama akan melintas melalui bayangan bumi.
Apakah Gerhana Bulan Akan Berwarna Merah?
Istilah Blood Moon kerap digunakan untuk menggambarkan bulan yang tampak kemerahan ketika terjadi gerhana. Namun, gerhana bulan pada 28 Agustus 2026 secara astronomis merupakan gerhana bulan sebagian, bukan gerhana bulan total.
Menurut NASA, saat mencapai puncak gerhana, sekitar 93 persen diameter bulan akan berada di dalam umbra atau bayangan inti bumi. Bulan tidak sepenuhnya tertutup bayangan tersebut. Bagian bulan yang berada di dalam umbra dapat terlihat lebih gelap dengan rona kemerahan atau seperti warna tembaga.
Karena itu, fenomena ini dapat memiliki tampilan yang menyerupai Blood Moon, terutama pada bagian bulan yang masuk ke dalam umbra. Meski demikian, istilah astronomis untuk fenomena tersebut tetap berhana bulan sebagian.
Apakah Bisa Dilihat di Indonesia?
Sayangnya, gerhana bulan sebagian 28 Agustus 2026 tidak dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia. BMKG mencatat fenomena tersebut tidak dapat diamati dari Indonesia.
Sementara itu, NASA menyebut wilayah yang mendapatkan kesempatan untuk melihat gerhana mencakup sebagian besar Amerika Utara dan Amerika Selatan, serta sebagian wilayah Eropa dan Afrika.
Wilayah visibilitas lainnya meliputi kawasan Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia Barat. Dari Indonesia, seluruh rangkaian Gerhana Bulan Sebagian tersebut berlangsung ketika Bulan berada di bawah horizon.
