Perkembangan tenis di Kota Kediri mulai menunjukkan gaungnya di tingkat nasional. Hal itu terlihat dari kehadiran sejumlah mantan atlet nasional dalam Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup yang digelar Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Kediri pada Sabtu (22/8).
Tiga nama yang pernah memperkuat Indonesia di berbagai ajang nasional maupun internasional turut ambil bagian, yakni Sulistyo Wibowo, Prima Simpatiaji, dan Andery Setyawanto. Kehadiran mereka sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta tenis di Kota Kediri.
Bagi Sulistyo Wibowo atau yang akrab disapa Sulis, turnamen tersebut bahkan menjadi pengalaman pertamanya datang ke Kediri. Petenis asal Jawa Barat yang dikenal andal di nomor ganda putra itu mengaku baru memiliki kesempatan menginjakkan kaki di Kota Kediri karena adanya turnamen berskala nasional tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seumur hidup saya, adanya turnamen ini yang bisa bikin saya ke Kediri. Karena skalanya nasional, saya datang ke sini,"kata Sulis kepada detikJatim, Senin (24/8/2026).
Sulis bukan nama baru dalam dunia tenis nasional. Pada era 1990-an, dia pernah turun di berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games.
Ketua Pelti Kota Kediri, Farid, mengatakan kehadiran para pemain senior tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan tenis di Kota Kediri. Para atlet junior dapat melihat langsung permainan para pemain yang selama ini menjadi panutan mereka.
"Tentunya mendorong mereka untuk lebih semangat berlatih, karena ada idola-idolanya, pemain nasional, pemain top juga," kata Farid.
Menurutnya, Turnamen Wali Kota Kediri Cup juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem tenis di Kota Kediri. Saat ini terdapat hampir 40 klub tenis yang telah terregistrasi, meski tidak seluruhnya aktif.
Dalam turnamen tersebut, Pelti juga menerapkan format yang memungkinkan pemain berpengalaman dan pemain lainnya tetap berkompetisi secara berimbang. Pemain yang masuk kategori profesional maupun pemain nasional tidak diperbolehkan berpasangan dengan pemain dari kategori yang sama.
Sementara itu, Sulis berharap perkembangan tenis di Kota Kediri tidak hanya berhenti pada kompetisi kategori senior. Menurutnya, pembinaan pemain usia muda menjadi kunci agar olahraga tenis terus memiliki regenerasi.
"Dengan begitu tenis bisa lebih besar lagi, supaya banyak yang tertarik," pungkasnya.
